Tiga Kepala Negara dengan Lawakan Terlucu

Tiga Kepala Negara dengan Lawakan Terlucu

Inspirasi Dalam Tiga
Karya Inspirasi Dalam Tiga  Kategori Tokoh
dipublikasikan 15 Mei 2017
Tiga Kepala Negara dengan Lawakan Terlucu

Sebagai pengemban tanggung jawab besar, seorang pemimpin negara tentulah memiliki kesan berwibawa dan karismatik. Posisinya yang penting dalam sebuah negara, mengharuskannya tampil sebagai sosok yang penuh keseriusan dan patut disegani banyak orang. Namun di lain sisi, presiden juga manusia. Apakah mereka selalu tampil serius dan tidak punya selera humor?

Berikut ini ada beberapa presiden yang dikenal paling humoris dan lawakannya bisa membuat orang terpingkal-pingkal:

Gus Dur

Kepala negara pertama yang masuk daftar presiden dengan lawakan terlucu adalah Presiden ke-4 RI yaitu Abdurrahman Wahid. Ia dikenal sering melawak di forum-forum resmi. Bahkan guyonan-guyonannya sampai dikumpulkan menjadi sebuah buku.

Salah satu humornya yang dikenang adalah ketika Gus Dur berkunjung ke Kuba menemui presiden Kuba, Fidel Castro. Gus Dur bercerita pada Fidel Castro tentang tiga orang tahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan.

Tahanan pertama bercerita, “Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara”. Seperti diketahui, Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba. Tahanan kedua berkata geram, “Oh, kalau saya, dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!”. Lalu mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya.

“Kalau kamu, kenapa kamu sampai dipenjara?”, tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga. Lalu tahanan ketiga menjawab dengan berat hati, “Karena saya Che Guevara”. Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut.

Ronald Reagan

Mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan, di akhir Perang Dingin rajin menyerang Uni Soviet. Bukan dalam bentuk kecaman, tepi guyon-guyon soal sisi menyedihkan kehidupan warga negara komunis. Materi guyonan Reagan itu juga sempat dibukukan. Salah satu yang paling terkenal diucapkan ketika membuka acara makan malam dengan wartawan. Topiknya atheisme di Soviet dan kehidupan warga yang sengsara.

Seorang pejabat partai komunis bertandang ke desa. Dia bertanya pada seorang petani, “Bagaimana hasil panen kentang?”. “Panen begitu melimpah. Kalau ditumpuk, mungkin bisa menjangkau kaki Tuhan,” jawab petani.

Pejabat partai berkata, “Ini Soviet, kita tidak percaya Tuhan.” Petani itu lalu menjawab, “Memang benar. Karena itulah tidak ada kentang satupun musim panen ini.”

Lawakannya kemudian disambut gelak tawa orang-orang yang hadir pada acara makan malam tersebut.

Barack Obama

Kepala negara terakhir yang masuk jajaran presiden dengan lawakan terlucu adalah Presiden Barack Obama. Ia disebut sebagai salah satu pemimpin terlucu yang pernah dimiliki Amerika Serikat. Lima kali menghadiri Correspondent Dinner, dia selalu melontarkan gurauan tentang lawan-lawan politiknya, sekaligus menertawakan dirinya sendiri.

Statusnya sebagai keturunan kulit hitam beberapa kali menjadi bahan guyonan. Pada Tahun 2010, Obama menyatakan masih mencari akta kelahirannya, isu yang sering dipakai politikus Republik untuk menuduhnya bukan warga AS tulen.

“Ada beberapa hal yang lebih sulit dijaga dibandingkan cinta, yaitu akta kelahiran,” tutur Obama yang kemudian disambut riuh ramai tawa para wartawan yang saat itu hadir di Gedung Putih.

Dalam waktu-waktu tertentu, guyon-guyon semacam itu memang diperlukan. Karena kenikmatan hidup bisa didapat tidak hanya dari kesungguhan dan keseriusannya saja, tapi juga dari bagaimana kita memandang sesuatu dari berbagai sisi, termasuk sisi kelucuannya.

 

*Dikutip dari berbagai sumber

  • view 128