DOMBABI

Nur
Karya Nur  Kategori Lainnya
dipublikasikan 05 Maret 2016
DOMBABI

Domba-domba dengan lagak biasa
menggelikan dan luar biasa
lantang membela ... lagaknya
menikam tak terduga
?
tak usah berpraduga
jika kau baca !
maka kau akan bertanya-tanya
?aku kah domba itu ??
jika kau jawab ?iya? dalam hati kau mengelak
laksana membawa kebenaran kau memberontak
padahal kau merasa domba
?
domba yang digiring sini dan sana
oleh paradigma yang tak bermuara
kau tak akan berdaya !
jika kuserang kau akan hengkang
hanya aku tak ingin menjadi domba
yang ditunggangi bagai kuda
namun kau menikmatinya
dan tidak kah kau berpikir !
?
ketika malam kau tulis seribu kebodohan
ketika pagi kau ceritakan kebodohanmu
ketika siang kau dibodohi
dan tidak pula kau berpikir !
meski telah terukir
kesenjangan yang hadir
?
bertahan dengan dualisme logika
tanpa meluas kau babikan domba
?
oh dombabi ...
?
sungguh apa, aku tak dapat berkata
kau sendiri membuat malammu sebagai domba
siangmu sebagai babi
dibodohi kau nikmati
?
aku hanya termangung
melihat kau sibuk sekali
sana dan sini mencari keadilan
sedang kau hanya domba yang digiring
sedang kau hanya babi yang tak berpikir
sedang kau dapat menjadi adil
sedang kau dapat menjadi
sedang kau dapat
sedang kau
sedang
sedih meradang, menghadang namun tak sadar kau lah penindas tuan
?
menegakkan keadilan dengan cemo?ohan
hanya mencemooh diri sendiri
?
menegakkan keadilan dengan anarkisme
hanya memecah keadilan
?
menegakkan keadilan dengan mengatasnamakan keadilan
hanya memberi harapan
?
menegakkan keadilan untuk manusia
tiada habisnya
jika kau memang tidak mau berpikir !
?
kau sanggah aku ?kebanyakan mikir?
aku tersenyum kau bilang aku bancir
aku jawab kau masih tak berpikir !
?
apa gunanya renda-renda pendidikan jika kau masih tidak berpikir
apa gunanya ?
?
berpikir luas bukan berarti stagnan
kalau berjuang berkahir kehancuran
berjuanglah TANPA NAMA
berjuanglah TANPA BERPIKIR TENTANG PERJUANGANMU
KAU APA ? SELAIN HANYA MEMPERJUANGKAN DIRI SENDIRI ?
?
kau bilang berjuang, lalu apa yang kau perjuangkan ?
kau bilang, aku bosan dengan bilangan, apalagi bilnganmu
Kau bilang realistis, secara fakta dan data
yang kau perjuangkan, tidak merasakan apapun
?
masyarakat tidak kenyang oleh ocehan
?
keadilan tidak tegak oleh ocehan
Keadilan selamanya hanyalah mitos
jika masih berputar oleh realitas tanpa progresifitas
?
katanya revolusi, tapi lagi-lagi ocehan
ayo kalau mau revolusi, kita susun strategi
bukan dengan ocehan tentang hari ini
tapi untuk anak cucu mu nanti
kesejahteraan hari ini hanyalah mitos
namun jangan selamanya menjadi mitos
INDONESIA bukan hanya hari ini
kalau kau anggap hanya hari ini
pantaslah dari dulu tetap seperti ini
?
Indonesia dari sebelum kau lahir sampai kau tiada
?
kau tak pernah berpikir !
hingga pondasi runtuh kau tetap saja mengoceh
?
Indonesia bukan dalam riwayatmu saja
anak cucu bahkan cicitmu juga harus tetap Indonesia
kau memang tak berpikir untuk mereka
melainkan egoisentris mu tentang hari ini
kau bawa sampai mati
?
pantas saja kau babi yang tak berpikir
pantas saja kau domba yang terus menikmati
ditunggang oleh mereka-mereka
?
berhentilah menjadi Dombabi
jika kau ingin anak cucu mu masih berada di Indonesia
sebelum menjadi indone-sial
aku menyangkal

  • view 84