Catatan Biang Kerok

Inna Zhuly
Karya Inna Zhuly Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Februari 2016
Catatan Biang Kerok

Ketika cinta tak terbalas, ketika kata move on tak pernah berhasil, ketika menyadari akan sesuatu yang selama ini salah, ketika perlahan menemukan secercah cahaya di tengah pergulatan rasa, ketika akhirnya rasa itu dipasrahkan kepada Yang Maha Memberi Rasa..

?

Masih tentang pembiasaan diri untuk segala hal yang sudah dan sedang terjadi. Dan bersiap diri untuk apapun yang akan terjadi? Lalu, dewasa. Ahh, satu kata yang sampai saat ini belum jua kutemukan makna sejatinya dalam diri ini. Tentang logika dan hati. Aku punya banyak cerita dengan mereka. Seperti kekuatan KATA bagi mereka yang memaknai dan meyakininya dengan hati. "Hati yang berlogika" ? :)

?

Terkadang, satu kata yang tak pernah kita sadari pun bisa membekas dalam hati dan ingatan orang lain? Aku pun percaya, kekuatan kata-kata akan selalu hadir pada kita yang mempercayainya. Tentang pertempuran si hati dan logika, juga tentang pertandingan mengalahkan rasa takut :O atau kejujuran terhadap diri sendiri? Seperti kata-kata.. Dalam diam pun ada "kekuatan" disana. Yaa, "kadang kita memang butuh seseorang untuk berbagi, BUKAN hanya BUKU? :) meski yang mau mendengar belum tentu mampu memahami? Aku sangat bersyukur dipertemukan dan didekatkan dengan orang-orang "hebat" yang "peduli" terhadapku :) Celetukan cowok berkacamata seusai Makrab kemaren yang mendapati ada sesuatu yang berbeda dari aku, peka sekali diaa, hahaa :)

"Ina Ina.. Aku pikir kamu tuh kuat, dalam artian gak mau tau, cuek gitu, haha ternyata.. Aku tertipu e"

"Heheh emang banyak yang ngira aku gitu, padahal aku nih gak se"baik" yang kalian pikirkan. Aku kan punya topeng chip :)

"Yadah manfaatin topeng itu Na, tapi kalo gak kuat tuh bilang bilang, gak baek buat lahir batinmu Na kalo dipaksa buat mendem sendiri"

*senyum malu*

"Emang gak sama semua orang kenyamanan itu bisa kita dapetin, gak bisa sama semua orang juga kita mudah mempercayakan sesuatu, tapi seenggaknya kamu bakal dapetin kelegaan, kalo belum ada, cari lah, ojo koyo wong susah toh"

Dalam hati aku bilang "iyah iyaa, sebenernya aku udah nemu orangnya" :)

*hening, mainan hp sendiri2* ehh diputerin lagunya samsons Di Ujung Jalan :/ tak cubit beneran itu bocah :D masih hangat dalam ingatan, thanks sobat, ini juga jadi cerita :p

?

Dan, goresan-goresan tinta pada lembaran-lembaran ini. Sejenak aku merenungi diri, melepas ingatan masa lalu, memohon ampun atas kesalahan yang pernah ada? Mengingat kebodohan dan kenekatan yang mungkin tak sepantasnya dilakukan oleh perempuan berusia 19 tahun. Kelakuan-kelakuan konyol yang menggelikan. Sesekali aku tersenyum dibuatnya. Menertawakan masa-masa itu saat akal masih setengah jadi :O atau ketika menyadari diri ini yang sudah mulai "beranjak" dan mengenal lebih jauh tentang kata yang terdiri dari susunan 2 huruf hidup dan 3 huruf mati : CINTA. Dengan peran sebagai seorang yang beragama islam, peran sebagai warga negara, peran sebagai mahasiswa, peran sebagai pemuda desa, peran sebagai anak, dan peran sebagai seorang kakak yang menyadari adek-adeknya pun kini sudah semakin tumbuh besar. Saat aku mulai cerewet dan "mencampuri" urusan mereka yang kadang bikin badmood "embak tuh nyebelin, suka-suka aku dong" hohoo aku kakak yang nyebelin yaa :p bukan apa-apa, itu karna aku peduli dan sayang kalian dek, ciyee :D juga si bungsu yang slalu bikin "ngiri", cerianya, pinternya, perkembangannya, tingkah polahnya, ahh hari-hariku hampaa tanpa kaliaan {} .. Atau saat-saat diri ini mengabaikan nasehat orangtua, terjebak dalam pergaulan yang aku sendiri pun sebenarnya tidak nyaman dengan itu :'( Iya. "bandel"ku pernah bikin ibu nangis dan bapak marah. Maaf {}

Lalu, bertanya pada sang hati. Apa kabar hati saat ini, masihkah ia berprasangka baik? Masihkah ia sehat bermanfaat? Semua ini bukan soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. Apapun. Agar adanya kamu bermanfaat untuk orang lain. SUSU ? Pisang pisang.. Diolah jadi jenis makanan apapun yang menghasilkan perbedaan rasa, lidah ini tetep AYO. Atau nasi goreng yang gampang bikinnya, sederhana, tapi banyak kan yg suka :) Adek. lihatlah tingkah polah si dia. Benar-benar menjadi dirinya sendiri. "Marah" jika tidak menyukai sesuatu. "Marah" saat tidak sesuai keinginannya. Akan bilang suka ketika ia menyukainya. Ahh, anak anak... Kamu? :)

Hmm, satu lagi. Di masa ini, aku mempunyai (ahh, pantaskah aku berkata demikian? Bukan, bukan mempunyai, mungkin 'mengenal'?) sosok yang membawa pengaruh luar biasa dalam hari-hariku. Bukan, bukan ibu, ayah, keluarga, apalagi pacar -_- Dia .. Ahh, ada lah .. Yang jelas, aku berasa jadi manusia yang paling bodoh, paling cengeng, dan paling gak tau malu sama dia :/ menemukan diri ini melakukan hal-hal bodoh yang seharusnya tidak dilakukan. Mendapatkan berbagai "rasa" yang sepertinya tak pernah aku temukan pada orang lain di tahun-tahun sebelumnya. Bukan, bukannya tidak pernah, tapi dulu tuh gak sekuat ini. Bermula dari perkenalan yang, begitulah.. Dengan segala kenekatan dan keberanian yang entah muncul dari mana saat itu, yg pasti itu sangat-sangat memalukan. :/ aku kalau udah MAU meskipun gak bisa, modalnya cuma nekat. Iya. Nekat yang kadang malu-maluin. Ya, sampai saat ini aku memang gak pernah "bisa". Rasa takutku terlalu kuat :( kamu pernah ngrasain rasa takut? Aku benci sekali dengan perasaan itu. "Dilawan dong". Huft, andai semudah itu.. Kadang, aku mencoba mencari tau pesan yang disampaikan oleh rasa takut itu. Mungkin dia ada untuk membuat kita lebih waspada dan berhati-hati? Dia ada untuk memberi suatu dorongan energi, bukan untuk menahan kita? Ahh, pemahaman dan penempatan makna yang berbeda untuk setiap permasalahan dari masing-masing pribadi. Maafkan aku boy, mungkin aku adalah orang "aneh" yang hanya mengganggu hari-harimu. Dengan skenario yang telah Tuhan berikan, entah bagaimana jalannya, hingga pada akhirnya, hatilah yang akan menyentuh hati, dengan ketulusan yang kini menorehkan banyak cerita? Banyak "kata", banyak moment. Benarkah? Tapi... Entahlah. Menyangkal untuk berpura-pura tak suka dan seolah tak pernah ada apa-apa? We think too much and feel too little. Mungkin itu. Tapi yang aku tau, cinta tak pernah salah, hanya bagaimana penempatan dan pengendaliannya? Atau mungkin saja masalah waktu? Ya, biar waktu yang jadi obat.

?

Bertahan dalam sebuah kebohongan akan lebih menyakitkan dibanding menghindar dari kejujuran? Meskipun keduanya tak lepas dari kata "sakit". Tapi setidaknya biar salah satu. Bukan keduanya. Sekalipun pernah mencoba, mungkin akan lebih menyakitkan lagi ketika tau usahanya itu tak pernah berhasil tapi terus bertahan di dalamnya dan menutup-nutupinya? Suatu hal yang tak pernah bisa dipaksakan dan jangan dipaksakan. Akan ada yang disakiti. Akan ada yang dikecewakan. Ada yang menyakiti dan ada pula yang mengecewakan. Suatu hubungan yang hanya membuat LARA. Suatu hubungan yang tak perlu diperjuangkan? Biar salah satu, jangan keduanya.

?

Itu tentang kebohongan dan berpura-pura. Bagaimana dengan kejujuran? Haruskah dikejar? Haruskah diperjuangkan? Sedangkan kita tak pernah tau bagaimana setelahnya. Akan menyakitkan atau sebaliknya. Untuk apa mengejar? Untuk apa memperjuangkan? Untuk apa membuktikan jika semua itu tak dapat merubah apa-apa? Sejak diri ini mengerti, bahwa tak ada yang mampu menolak takdir kecuali dengan DOA. Bersabarlah untuk hati yang menyayangi hati yang tak pernah menyayangimu :)

?

Maaf dan terima kasih untuk kalian yang pernah mempunyai rasa itu.

Maafkan untuk hati ini yang tak pernah bisa membalas.

Maafkan untuk segala usaha yang gagal.

Maafkan untuk semua yang tersakiti.

?

Terima dan ikhlaskan dia yang mungkin tak pernah bisa menghadirkan rasa itu.

Terima dia yang tak pernah bisa membalas?

Terima untuk dia yang sudah berusaha namun tak pernah bisa?

Terima untuk dia yang mungkin membuat luka?

?

Karna tulus yang sebenarnya adalah tulus yang tak pernah menunggu balasan?

Dan sabar yang sesungguhnya adalah sabar yang tanpa batas ?

Terkadang, ingin sekali meminta kepada Yang Maha Membolak-balikkan hati, untuk menetralkan saja perasaan ini. Dan mencoba membuka pintu untuk orang lain. Tapi ini sulit sekali Tuhan :?( butuh waktu berapa lama untuk membiasakan ini? :/

?

Percayakah dengan pembiasaan diri? Kalau ada ?Witing tresno jalaran soko kulina? seharusnya percaya bahwa dengan membiasakan diri untuk tidak ?kulina?, then, what will be happen? Huft. Berhentilah hidup dalam mimpi dan impian Naa. Mulailah hidup dengan realita? Perjuangkan apa yang memang harus diperjuangkan. Jangan pernah membohongi diri sendiri, sekalipun itu baik buat orang lain.. Tapi, bukankah mementingkan orang lain itu jauh lebih baik daripada mementingkan diri sendiri? .. Untuk orang lain tapi dalam kebohongan? Itu hanya akan lebih menyakitkan! Dalam realita, terkadang kamu juga harus memperjuangkan apa yang kamu mau. Tak perlu memperdulikan orang lain kalau itu memang baik buat kita? Bukan. Itu bukan egois? Hanya berusaha menjaga ritme agar tak ada satu orang pun yang tersakiti.. Tanpa perlu berbohong. Tak perlu berpura-pura. Cukup jadi diri kamu sendiri. Kamu yang apa adanya. Kamu yang mengakui kamu. Dan kamu yang akan terus berproses menjadi kamu. Dengan segala rasa yang membuat hidup ini bukan hanya berasa tapi menorehkan warna disana. Juga, bersama mereka yang telah Tuhan kirimkan untuk memberi rasa dan warna itu dalam hidupmu. Percayalah.. Bukankah Tuhan selalu punya rencana yang lebih indah yang tidak pernah kita duga? Apapun yang menimpamu, apapun yang akan terjadi, hidup ini harus terus berlanjut bukan?

?

Dan, pada akhirnya. Dengan "Yakin dan Percaya" yang begitu kuat ini.. Jika dia bukan jodohku, aku yakin Engkau sudah mempersiapkan seseorang yang lebih baik untukku. Jika dia jodohku. Tolong jaga dia dalam kebaikan ya Rabb.. Dan pertemukan kami kembali di waktu yang tepat untuk bersatu ..

?

Entah aku mendapatkan kalimat-kalimat ini darimana. Yang jelas, ini turut meyakinkan keyakinan yang sudah ada. Mencintai itu belajar mengikhlaskan, bukan belajar memiliki. Karena yang dicintai itu kepunyaan Allah. Disatukan dipisahkan atas izin dan ridhoNya. Yakin saja. Sesuatu yang sudah ditakdirkan menjadi hak kita. Allah tidak akan biarkannya menjadi milik orang lain. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Subhanallah .. :)

?

Selalu melibatkan kedua orangtua dan Tuhan untuk apapun itu. Hidup memang sebuah pilihan, tapi setiap pilihan itu mengandung resiko dan kita gak bisa milih resikonya. Kata bapak, jangan biarkan pikiran mubadzir untuk memikirkan hal-hal yang tidak penting, opo meneh nangis gara-gara cowok. Jangan tertipu dengan segala ke"senang"an yang ditawarkan. Nanti pun kalau memang sudah waktunya kamu akan merasakan "itu" dengan lebih berkah dan berpahala. Kalo ibu bilang.. Gak nglarang kalo mau pacaran, tapi saat ini belum tepat untuk terlalu serius memikirkan pasangan, kalau memang sudah siap mah sok aja, toh jodoh gak akan ketuker. Belajar dulu yang bener, persiapkan semuanya untuk masa depan, menjaga kesucian hati.. Supaya nanti disaat yang tepat mendapatkan kualitas yang terbaik, nu bener-bener nyaah ka eneng :) untuk pergaulan yang ceria, studi yang cemerlang, karir yang baik, dan masa depan yang kuat dan mapan. Kalo ini kata Pak Mario. Heheh :)

?

Ya. HATI : sebaik-baik tempat untuk memulai dan untuk kembali. Huaaaa, tapi gak semudah itu pah, mah.. Putrimu ini labil sekaliii :/

?

Aku menyadari banyak perubahan-perubahan yang terjadi di tahun 2014 pada diri ini. Perubahan fisik, perubahan mental, tingkah laku, juga kebiasaan. On My Dream Board, i find many red circles that's mean that i have been sweep up a lot of my dreams, my hopes, and moreover my fantations? -_- praises to Allah Naa :) so great and beautiful ways. Thanks Allah :) dan, usahakan yang belum kesampean :p hey, "traveler yang baik itu yang ngutamain kesehatan" haha siap :) ayoo kapan traveling bareng? Tanpa kendaraan pribadi apapun? Modal uang, kesehatan dan semangat? :O berani?? :D wait.. Aku akan segera menemukan 20 tahunku.. InsyaALLAH :) lalu tentang SIM. Hmmmppph aku belum mendapatkan itu sepenuhnyaaaa :| Surat Izin Mengemudi, Surat Izin Mendaki, Surat Izin "Main2" dan SIM SIM yang lain :O juga mimpi-mimpi, cita-cita, harapan, dan mungkin hayalan-hayalan lain yang masih belum terlingkari dan harus diperjuangkan? :) "Karena gak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha kita yang gak sama tinggi dengan mimpi kita" iyaaaahh, aku selalu ingat itu :)

?

Dan, tentang pembiasaan diri. Untuk tidak berlebihan dalam hal apapun itu. Untuk lebih tenang dalam menghadapi sesuatu. Untuk tidak melakukan hal-hal konyol yang seharusnya tidak dilakukan. UNTUK TIDAK MENGHARAPKAN SESUATU YANG TIDAK ADA. Untuk mensyukuri apa yang sudah ada. Untuk lepas dari kata cengeng dan takut! Untuk menjadikan setiap masalah sebagai pembelajaran dan proses pendewasaan diri. Untuk selalu melibatkan orangtua dan Allah dalam setiap kegiatan apapun. Untuk lebih peduli terhadap diri sendiri. Ehh ada cerita, haha saat itu ada kegiatan, terperangah ketika mendapati perlengkapan mandi dan make up si cowok yg tak lain adalah kakak tingkatku lebih lengkap dari punyaku "mbok adus jan, rasah nggeguyu koe ki, aku nek ra nginggo iki diseneni mbok wedok e" haha oh ternyata ada motivasi dibalik itu, sayang pacar yah mas :v atau saat mendapati teman-teman yang sering berlama-lama di depan kaca toilet dengan segala perlengkapan make up mereka yg kadang aku gak tau apa namanya, fungsinya buat apa dan gimana cara makenya :D "ini tuh eyeliner, gini loh caranya, sesuain sama mata kamu, blablaa.." kadang malah risih kalo tau dikit2 bedakan, dikit-dikit ngaca, benerin ini itu, hwaaa hehh ati-ati Naa, mungkin besok kamu juga bakal kaya gitu? -_- cuma belom ituu, hahahh yaa, segede ini kok masih cuek aja ya. Oke, dandan Na dandan . Hahah -_- Juga untuk tidak menunda-nunda makan, dan kebiasaan buruk lainnya. Bagaimana tentang membiaskan diri untuk lebih menyukai nasi daripada roti, gorengan ataupun susu? Hahahh -_- inget almarhum kakung, "nek nesu ki ojo terus ora maem karo ndekem neng kamar wae, tapi maem sing wareg terus ngaji nganti sakeselmu" :)

?

Oke. Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran! Bercermin pada sosok kedua orangtua, diri sendiri dan keluarga ini. Juga kalian semua. Tentang semua hal yang terjadi di luar pemikiran kita. Tak pernah menyangka akan sampai pada keadaan seperti ini. Kita (baca: aku) sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita (baca: aku) sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. "tak ada niat Allah untuk mempersulit kita Na.." benar :) hanya menguji? Hanya menguatkan? :) Harusnya bisa belajar dari emak, abah, atau mbahuti yang sudah renta pun tetep stay cool aja, terlihat tegar, semangatnya pun masih luar biasa :)

?

Terakhir, aku mendapatkan ini dari e-book yang dikasih dia :)

Hidup adalah sebuah tantangan, maka hadapilah. Hidup adalah sebuah lagu, maka nyanyikanlah. Hidup adalah sebuah mimpi, maka sadarilah. Hidup adalah sebuah permainan, maka mainkanlah. Hidup adalah cinta, maka nikmatilah. (Bhagawan Sri Sthya Sai Baba) tuhh .. Let it go Na, just enjoy your life :)

?

Subhanallah.. Cerita di 18 19 tahunku ini .. :) evaluasi ? Muhasabah ? "Hijrah" yuk .. karna orang yang beruntung adalah orang yang lebih baik dari sebelumnya, dan sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain :)

?

Yaah .. Seberapa panjang pun celotehku, seberapa banyak pun kata-kata motivasi yang pernah kutemui, sesering apapun mengikuti seminar-seminar, training dan apapun itulah.. Juga, sebanyak-banyaknya tips MOVE ON yang kamu cari :D kalau gak ada niat, mana bisa? SEMUA BERAWAL DARI KEMAUAN DIRI SENDIRI NAA .. :) jangan hanya jadi catatan, buktikan yoo :)

?

Sebenarnya aku pengen nulis ini semua sambil menikmati suasana pantai atau pegunungan, bukan di tengah kota seperti ini. Ahh, tapi .. Yasudahlaah .. :) Ketika mulai terjebak pada sesuatu yang ... Huuwaaaahh! :'( Pada saat seperti itu, katakan saja "Semangat!" . Haha percaya atau tidak, kekuatan senyuman itu sungguh luar biasa !! jangan remehkan senyuman, karena hanya orang hebat lah yang masih bisa tersenyum dalam keadaan terburuknya sekalipun :)

?

Sekarang udah sama 2015. Jangan sampe masih pake 2014 buat nulis tanggal atau apapun. Ntar 2015nya ngambek loh :D tapi bukan berarti sama 2014 udahan gitu aja. Bagaimanapun, 2014 pernah jadi "bagian" dan menorehkan banyak cerita yang menghasilkan kenangan dan bisa diambil hikmahnya untuk dijadiin pelajaran dalam menjalani hari-hari selanjutnya sama yang "baru" (baca: 2015) :)

?

Thanks 2014, Welcome 2015 .. :p

Bersyukur yaa.. Biar tetep happy :)

?

Beberapa jam setelah catatan ini terposting di salah satu media sosial,

31 Desember 2014 malam..

"Inaa.. Aku meleleh"

"Jangan ditahan apalagi diilangin Na.. Itu yang aku lakuin juga"

Bla.. Blaa..

?

Entah bohong atau tidak, tapi yang namanya cinta itu tak bisa dipaksakan.

Dan aku tak akan memaksakan itu padamu..

?

Setelah itu, selalu ada kamu di 2015ku ..

  • view 234