Sejatinya Cinta

Indra Inkanas
Karya Indra Inkanas Kategori Renungan
dipublikasikan 11 Oktober 2017
Sejatinya Cinta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Apa itu sejatinya cinta…
dan bagaimana cinta itu ada?

Kebanyakan orang mengatakan bahwa cinta itu adalah sebuah perasaan yang tak seorang pun mampu tuk mengetahuinya kapan ia datang dan kapan ia akan pergi bahkan orang yang memiliki perasaan sekalipun…

 

Adapun yang mengatakan bahwa cinta merupakan sebuah anugrah yang diberikan tuhan terhadap manusia,anugrah berupa perasaan yang tak ternilai harganya.


Cinta merupakan perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seorang yang begitu berharga untuk kita lindungi, cinta tidaklah sebatas kata saja karena cinta jauh lebih berharga dari pada harta karun di dunia…


cinta dan kefana’an….
Banyak yang mendefinisikan makna cinta…
akan dunia,cinta akan seorang, atau bahkan cinta akan harta benda.

Mereka lupa bahwa yang membuat  cinta itu indah adalah aksesories, hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, hingga pada akhirnya, kenyamanan dan kegembiraan hal-hal kecil itulah yang membuat manusia  menjadi nyaman, merubah manusia yang tadinya berorientasi kepada dirinya sendiri mulai  mengakui bahwa ada hal-hal di luar dirinya yang mampu ia cinta melebihi dirinya sendiri, mengubah mata manusia bahwa rupanya ada kebahagian dalam koneksinya mencapai manusia-manusia lain.

 

Akan tetapi di kerenakan aksesories serta keneksi terhadap manusia lain yang telah memenuhi kehidupan sehari-hari mereka hingga menghasilkan kenyaman yang hanya sementara di dunia ini,  dikeranakan hal tersebut  yang membawa manusia kedalam jurang kesenangan ,yang membuat manusia itu lebih mencintai dunia itu sendiri.

 di bandingkan cintanya kepada yang maha pencipta.
oleh karena mereka yang telah tenggelam kedalam jurang kenikmatan dunia.

Mereka lupa akan hakikat manusia serta tujuan dunia di ciptakan.

Bahwasannya Bumi yang awal mulanya di ciptakan sebagai alat untuk untuk menyembah serta beribadah demi mencari keridhoan yang maha pencipta…
kini mereka malah menyembah serta mengagumi manusia lain berdasarkan, kekayaan harta benda,jabatan, kecantika/kegantengan, dan lain sebagainya.dengan demikian mereka terbuai oleh dunia yang fana ini.

Ababila manusia itu tidak memiliki penglihatan yang jelas tentang kefanaan dunia ini maka akan semakin terprosok kedalam jurang kesesatan yang lebih dalam lagi.

 

 

  • view 16