Termenung!!!

Indra Inkanas
Karya Indra Inkanas Kategori Lainnya
dipublikasikan 09 Oktober 2017
Termenung!!!


kala termenung menikmati sejuknya angin bersepoi merasuk rongga dalam raga kian mengebu, sadari raga kini pegitu nista.
tak mampu lagi mengangkat wajah tuk menatap trik mentari siang ini..
sungguh manusia makhluk yg begitu rendah memandang ciptamu mentari pun tak mampu namun begitu angkuh pada bumi, jika kelak bertemu denganmu wahai yg agung tuhan semesta alam apakah raga ini dapat menatapmu dengan segala beban dan dosa yg di perbuat selama ini..
sungguh begitu malu hasrat tak dapat di pendam..
andai pengetahuan seluas mata memandang hanyalah hempasan lautan,namun kurnia yg engkau beri hanyalah secercah benih dari laut,namun kesombongan itu telah menguasai segala rupa kebodohan...
andai engkau berikan segala yg engkau milik tak sanggup lagi ku lukiskan betapa fana' bumi yg sadari sebagai tempat untuk beribadah kepadamu,menjunjung keagunganmu yang haqq, dengan secercah pengetahuan itu telah membutakan mata hati ini dengan mengagungkan raga kian terprosok dalam kelam,raga yg begitu nista,kini bukan lagi dirimu yg diagungkan melainkan pribadi serta makluk nan indah di bumi nan fana ini...
sungguh jika engkau sudi memaafkan diri ini karna hanya engkaulah maha dari segala maha.
ku tak tau harus meminta pada siapa.karna hanyalah dirimu tempat aku memohon atas segala ampunan..
ya allah...
bahwa kami begitu nista hingga dalam kelam berbaur dengan gelap mungkin seperti itulah hati kami, hitam pekat seperti kopi siang ini...
di saat itulah kami mengingat namamu yg begitu indah berbeda dri segala makhluk karna engkaulah pantas kami agungkan.kami tak mampu memandangmu,namun sekilas namamu tetal menggugah jiwa dan ragaku untuk bangkit memohon ampunan di hadapanmu ya allah..kala termenung menikmati sejuknya angin bersepoi merasuk rongga dalam raga kian mengebu, sadari raga kini pegitu nista.
tak mampu lagi mengangkat wajah tuk menatap trik mentari siang ini..
sungguh manusia makhluk yg begitu rendah memandang ciptamu mentari pun tak mampu namun begitu angkuh pada bumi,jika kelak bertemu denganmu wahai yg agung tuhan semesta alam apakah raga ini dapat menatapmu dengan segala beban dan dosa yg di perbuat selama ini..
sungguh begitu malu hasrat tak dapat di pendam..
andai pengetahuan seluas mata memandang hanyalah hempasan lautan,namun kurnia yg engkau beri hanyalah secercah benih dari laut,namun kesombongan itu telahenguasai segala rupa kebodohan...
andai engkau berikan segala yg engkau milik tak sanggup lagi ku lukiskan betapa fana' bumi yg sadari sebagai tempat untuk beribadah kepadamu,menjunjung keagunganmu yang haqq, dengan secercah pengetahuan itu telah membutakan mata hati ini dengan mengagungkan raga kian terprosok dalam kelam,raga yg begitu nista,kini bukan lagi dirimu yg diagungkan melainkan pribadi serta makluk nan indah di bumi nan fana ini...
sungguh jika engkau sudi memaafkan diri ini karna hanya engkaulah maha dari segala maha.
ku tak tau harus meminta pada siapa.karna hanyalah dirimu tempat aku memohon atas segala ampunan..
ya allah...
bahwa kami begitu nista hingga dalam kelam berbaur dengan gelap mungkin seperti itulah hati kami, hitam pekat seperti kopi siang ini...
di saat itulah kami mengingat namamu yg begitu indah berbeda dri segala makhluk karna engkaulah pantas kami agungkan.kami tak mampu memandangmu,namun sekilas namamu tetal menggugah jiwa dan ragaku untuk bangkit memohon ampunan di hadapanmu ya allah..

  • view 45