Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesehatan 3 Juni 2018   03:53 WIB
Tahapan MPASI Menurut WHO

Usia bulan adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan makanan pendamping ASI atau biasa disebut dengan MPASI. Dalam memberikan MPASI, tentu ada tahapan-tahapannya. Bayi usia 6 bulan tentu tidak bisa diberikan MPASI yang teksturnya kasar dan padat. Oleh karena itu, pemberian MPASI ini harus sesuai dengan tahapan MPASI menurut WHO.

WHO atau World Health Organization merupakan organisasi yang bergerak di bidang kesehatan. WHO memberikan panduan pemeberian MPASI untuk bayi agar dapat digunakan oleh Bunda.

Yuk, simak panduan pemberian MPASI menurut WHO berikut ini!

  1. Usahakan untuk tetap memberikan ASI hingga bayi berusia 6 bulan. Berikan ASI hingga bayi berusia 2 tahun atau lebih.
  2. Berikan MPASI yang terjamin kebersihannya, aman, kaya energi dan gizi, mudah didapatkan, serta terjaungkau.
  3. Berikan MPASI sebanyak 3 kali dalam sehari untuk bayi berusia 6-7 bulan, setelah usainya 12 bulan berikan sebnayak 5 kali dalam sehari. Namun, sesuaikan juga dengan kondisi buah hati Anda.
  4. Ketika si Kecil sakit dan baru sembuh, berikan ASI lebih sering dari baisanya dan juga berikan makanan tambahan.
  5. Jangan berikan MPASI melalui botol. Sajikan MPASI dalam mangkuk.
  6. Pasikan perlatan yang digunakan untuk memasak dan menyajikan MPASI bersih.
Nah, berikut adalah tahapan pemberian MPASI.

  1. Usia 6-7 Bulan
Berikan makanan yang lunak dan cair seperti bubur susu. Untuk membuat bubur susu, Bunda bisa membuatnya dari tepung beras yang dicampur ASI atau susu formula. Bunda juga menggantinya dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning yang dicampur dengan ASI. Berikan bubur tersebut dalam jumlah sedikit terlebih dahulu. Kenalkan jenis makanan satu per satu. Tunggu beberapa hari untuk mengenalkan jenis makanan baru. Hal ini dilakukan untuk melihat si Kecil alergi atau tidak.

Apabila si Kecil sudah terbiasa dengan makanannya, berikan ia buah-buahan yang tidak bergetah untuk menghindari diare. Contohnya, buah pepaya, labu, dan pisang. Haluskan buah yang akan diberikan lalu tambahkan susu. Berikan sebanyak 2 sendok dengan frekuensi 2 kali dalam sehari. Agar si Kecil dapat mengenal rasa buah, berikan 2-3 hari berturut-turut.

  1. Usia 8-9 Bulan
Saat usia ini, bayi sudah dapat diberi makanan yang lebih padat karena sistem pencernaanya sudah lebih kuat. Bunda dapat memberikan si Kecil bubur susu dengan buah atau tepung dan juga bubur saring. Berikan ia MPASI sebanyak 8 sendok makan untuk sekali makan. Kenalkan juga ia dengan makanan selingan seperti buah segar atau biskuit.

Secara bertahap, tambahkan bubur bayi dengan lemak seperti santan, margarin, atau minyak kelapa. Kandungan lemak dalam makananan dapat menambah jumlah kalori makanan, memberi rasa gurih, dan mempertinggi penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Variasikan bubur si Kecil agar ia terhinar dari masalah sulit makan atau pilih-pilih makanan.

  1. Usia 10-12 Bulan
Kini, si Kecil sudah dapat diberi makanan semi padat seperti nasi tim. Berikan nasi tim dengan kepadatan yang berangsur-angsur mendekati makanan keluarga. Bunda dapat membaut nasi tim dengan beras yang dilengkapi dengan protein seperti ikan, daging ayam, tempe, tahu, telur, dan daging sapi. Tambahkan juga bumbu alami seperti daun bawang, bawang merang, atau bawang merah. Kenalkan berbagai bahan makanan pendamping ASI dan berikan sesuai dengan tahapan MPASI menurut WHO karena itu akan berpengaruh terhadap kebiasaan makan sehat saat ia beranjak besar nanti.

Karya : dela ariyani