Kado Untuk Bayu

Indriayuk
Karya Indriayuk  Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 April 2016
Kado Untuk Bayu

"Selamat ulang tahun ya,  Bay. Maaf aku cuma bisa kasih ini aja buat kamu. Semoga kamu suka ya." 

Kata -  kata Ratna memecah keheningan diantara mereka berdua. Dia terseyum manis sambil menyerahkan sebuah kotak, hadiah untuk Bayu. Ini adalah pertemuan mereka di Jakarta yang kesekian kalinya setelah pertemuan pertama mereka di Kota Solo, kota kelahiran Ratna. Pertemuan yang tidak banyak orang tau akan berakhir dengan hubungan serius seperti saat ini. Minggu lalu Bayu berulang tahun, jadi Ratna sengaja meminta hari ini untuk bertemu karna dia sudah menyiapkan sesuatu untuk Bayu. 

"Astaga. Makasih ya,  Na. Kamu sebenarnya nggak usah repot-repot kasih kado buat aku. Kan aku udah gede, jadi nggak perlu dikasih kado-kado lagi pas ulang tahun. Lagian ulang tahun aku udah lewat kali." Bayu tertawa, mencoba mencairkan suasana. 

Memang kali ini Bayu benar, tapi menurut Ratna memberikan hadiah untuk Bayu bukan sesuatu yang memberatkan dia. Sebaliknya, dia sangat senang mempersiapkan ini semua. Gadis ini memang berusaha memberi yang terbaik untuk Bayu. 

"Udahlah Bay, nggak papa kok. Kan kamu tau sendiri aku orangnya baik hati dan tidak sombong." Ratna menahan tawanya. 

"Buka dong kadonya. Kamu nggak penasaran nih,  Bay?" Gadis ini terus menggoda Bayu. Dan sesekali memasang tampang memelas agar pria yang dihadapannya ini mau membuka kado dari dirinya. 

Akhirnya, dengan sedikit pemaksaan dari Ratna,  Bayu mengiyakan untuk membuka kado itu. Gadis ini tersenyum senang, karna untuk kesekian kalinya Bayu menuruti permintaannya. Bayu memang sangat sayang dengan Ratna, jadi sangatlah sulit untuk menolak permintaan dari gadis cantik ini. 

Ruangan yang tadinya penuh dengan tawa mereka mendadak hening. Bayu membuka kado dari Ratna nyaris tanpa ekspresi. Dengan wajah cemas Ratna menunggu reaksi Bayu setelah melihat apa yang diberikannya. Dia hanya takut Bayu tidak menyukai hadiah dari dia. 

Bayu tersenyum dan memeluk Ratna, gadis yang mencuri perhatiannya beberapa bulan terakhir. Dia menatap gadis ini penuh cinta. Sebaliknya, Ratna yang sedari tapi menahan nafas langsung tertawa lepas. Usaha yang dia lakukan untuk mempersiapkan ini semua tidak sia-sia. 

"Makasih banyak, Na. Aku nggak  tau mesti ngomong apa lagi ke kamu. Aku sayang kamu. Ngomong-ngomong aku suka sama jam nya. Tapi kenapa harus jam tangan?" tanya Bayu heran. 

"Alhamdulillah kamu suka, Bay. Aku daritadi takut loh kamu nggak suka sama kado aku." senyumnya mengembang. 

"Kamu mau tau banget ya kenapa aku kasihnya kamu jam tangan bukan jamu?". Ratna, gadis ini memang sangat suka sekali menggoda. Bayu yang sedari tadi serius ingin mendengarkan alasan Ratna, langsung gemas, mengacak-acak rambut gadis ini. Bayu suka Ratna yang sedang ngambek, lebih lucu katanya. 

"Oke oke. Sebelum rambutku lebih berantakan aku bakal jawab pertanyaan kamu, Bay." gadis ini bersungut-sungut sambil merapikan rambutnya. 

"Katamu waktu nggak akan pernah bisa diulang kan? Makanya aku kasih jam ini biar kamu bisa gunain waktumu dengan baik dan bijaksana. Aku pengen kamu lebih bisa membagi waktu dan nggak bikin orang-orang disekitar kamu kecewa lagi,  hanya karna kamu nggak bisa membagi waktumu buat mereka. Aku pengen kamu bisa lebih menghargai  waktu yang kamu punya sekarang, Bay. Aku nggak mau kamu menyesal nantinya. Semoga ini bisa berguna buat kamu ya!" 

Bayu hanya bisa terdiam dan menggangguk setuju dengan perkataan Ratna. Alasan yang tidak pernah terlintas dipikirannya. Memang benar selama ini dia sangat sulit membagi waktu dan berakhir dengan pertengkaran kecil dengan orang-orang disekitarnya. Dia menggenggam tangan Ratna erat, menatap wajah perempuan yang sangat dia sayangi. Dia beruntung memilikinya. Sangat beruntung. 

  • view 229