Sang Penyelamat Makam Imam Bukhari

Indrajid Inkanas
Karya Indrajid Inkanas Kategori Sejarah
dipublikasikan 13 April 2016
Sang Penyelamat  Makam Imam Bukhari

Sang Penyelamat

Makam Imam Bukhari

 

 

Sebagai orang Indonesia, tentu kita mengenal nama Soekarno atau yang sering di banggil Bung Karno.

Mungkin banyak generasi muda saat ini yang tidak sempat merasakan bagaimana kepemimpinan Soekarno di indonesia

.           Tetapi tentu saja, namanya tetap harum sebagai salah satu Proklamator Indonesia.

Menelusuri kisah Bung Karno memang selalu menarik, dari perjuangan untuk kemerdekaan indonesia,hingga cerita suram di akhir hayatnya ketika masa orde baru berlangsung.

            Sebagai orang Islam kita tentu mengetahui Imam Bukhari,seorang perawi hadist shahih yang sangat terkenal. Cerita tentang keberanian Bung Karno, dan bagaimana beliau

Di segani oleh negara lain mungkin banyak yang sudah tahu, tetapi bagaimana peran Bung Karno dengan di temukannya Makam Imam Bukhari, sepertinya masih banyak yang belum mengetahuinya.

            Salah satu cerita mengatakan bahwa ketika itu tahun 1961 , Pemimpi Uni Soviet Nikita Khurshcev mengundang Soekarno datang ke Maskow. Nikita ingin memperlihatkan pada Amerika Serikat kalau Indonesia berada di Blok Timur. Saat itu dunia memang sedang memanas antara persaingan negara  blok barat AS dan sekutunya, melawan Uni Soviet.

Soekarno menghadapi dilema. Dia tidak ingin menunjukan bahwa Indonesia bisa di atur oleh Uni Soviet, maka Soekarno membuat strategi.
            “Tuan Khrushchev, saya bersedia datang ke Mascow. Tapi ada syaratnya. Temukan makam Imam Bukhari, perawi hadits terkenal. Beliau dimakamkan di samarkand, uzbekistan”, ujar soekarno.

            Tentu saja Tuan Khrushchev yang komunis tulen bingung. Siapa imam bukhari?

Pikirnya. Khrushchev pun meminta Soekarno mengganti syaratnya,tapi Soekarno meolaknya.

            Maka pemerintah komunis Uni Soviet mati-matian mencari makam ulama besar islam ini. Bukan perkara mudah, Khrushchev pun hampir menyerah. Dia lagi-lagi menawar syarat  dari Soekarno. Tapi Soekarno bersikeras Uni Soviet harus menemukan makam imam bukhari.

            Akhirnya, mereka berhasil menemukan lokasi Makam Imam Bukhari. Saat itu kondisinya sangat memperhatinkan dan tidak terawat untuk ukuran seorang ulama besar Khrushchev datang dengan gembira menyampaikan hal itu pada soekarno. Tak lupa, pihak Soviet sedikit  merenovasi makam.

Maka akhirnya Soekarno mengunjungi Maskow.tak lupa dia Berziarah ke tempat Imam yang sangat di kaguminya ini di samarkand.

Saat itu pihak barat pun menilai bahwa kunjungan Soekarno ke Maskow tak Cuma untuk urusan politik, melainkan Ziarah. Ini juga menunjukan kalau Indonesia tak bisa di atur.

 

Imam Bukhari lahir di Bukhara, Uzbakistan tahun 196 hijriah atau 810 masehi. Beliau di beri nama Muhammad oleh ayahnya yang bernama Ismail bin Ibrahim. Tapi akhirnya lebih di kenal sebagai Imam Bukhari, dari nama kota Bukhara.

Selama hidupnya Imam Bukhari menghimpun sejuta hadits dari Rasullah SAW. Dia menyaring dan mempelajari hadits-hadits tersebut untuk menentukan mana hadits yang kuat atau lemah.

            Pada akhirnya Imam Bukhari menulis sebanyak 9082 hadits dalam karya monumental Al Jami’al Shail yang di kenal sebagai Shahih Bukhari.

 

  • view 210