Kungkung, apa kabar?

Reni Indira Anggraeni
Karya Reni Indira Anggraeni Kategori Lainnya
dipublikasikan 15 September 2016
Kungkung, apa kabar?

Kungkung*, entah di mana engkau sekarang, pernahkah selama perjalanan hidupmu mengembarai waktu, engkau memikirkan kami, cucumu dari bayi perempuan yang engkau tinggalkan di rumah sakit puluhan tahun lalu setelah nenek kami yang pribumi tak berkesempatan menyambung nyawa untuk membesarkan ibu kami.

Kalau beliau masih diberi asa mengecap kehidupan apakah engkau akan tetap meninggalkan kami, Kungkung?

Apa engkau pernah mengkhawatirkan kami?

Kungkung, karena keputusanmu yang dulu engkau pilih dan pastinya tidak mudah, sebagian jiwa kami tak sempurna, ada yang hilang, yang kami tidak bisa cari kemana karena semua petunjuk disimpan rapi sampai terbawa dalam peti atau terbalut kain kafan oleh mereka sang pembawa janji.

Jejakmu hilang seakan tertelan bumi, negeri Tiongkok seakan tak ada dalam peta kehidupan kami. Entah engkau di mana, atau masih di sini, di bumi pertiwi?

Kungkung, darah kami sama dengan darahmu yang mengalir juga di tubuh para saudara kami yang tidak kami kenal tapi mungkin pernah saling tatap.

Entah harus mulai dari mana.
Bisikan untuk memanggilmu, Kungkung, terdengar menyenangkan di telinga tapi tidak di hati kami.

Hanya ciri tubuh yang engkau wariskan kepada kami, terlebih pada mama dan adik lelakiku, meski ada gen ayah yang jawa kecoklatan tapi kadang orang masih menganggapku sebagian darimu. Sipit.

Terkadang penasaran akan membawa marga apakah kami jika engkau tak pergi.
Li (Lie) 李,Wang (Ong) 王,Zhang (Thio) 张 atau Liu (Lauw) 刘 dan masih banyak yang lainnya, Setiap kali didiskriminasikan oleh kaum minoritas yang mungkin seharusnya kami saling berdekapan memberikan ciuman persaudaraan.

Banyak pertanyaan yang harus Kungkung jawab kalau kita ketemu. Mungkin karena itu kita tidak dipertemukan, karena bisa jadi engkau merasa bosan atau pertanyaan tersebut tak berjawaban karena hilang di makan waktu. Atau engkau ingin menutup luka akan masa lalu, terdesak keberingasan rezim yang memisahkan cintamu.

Kungkung, hanya doa yang bisa mengapaimu.
Di manapun engkau, semoga kebahagiaan pernah atau sedang engkau rasakan.

Ingat kami dalam pikiranmu yang mungkin sebentar lagi memudar.

Jika diberi kesempatan hidup lama, tetap sehatlah, berbahagialah, mungkin Tuhan berbaik hati mempertemukan kita, entah di sini atau di akhirat nanti.

Kungkung, love u .... ❤️

*Kungkung, bahasa mandarin yang artinya adalah Kakek dari pihak ibu, asal katanya adalah 外公 (WaiGong, baca: WaiKung)

  • view 143