Melepaskan

Firdhayan Indah
Karya Firdhayan Indah Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 November 2016
Melepaskan

“ Apalah arti memiliki,

Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan,

Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan? “

Kutipan di atas seperti suntikan semangat untuk saya, memotivasi betapa melepaskan adalah sesuatu yang mengagumkan.

Kau tahu? setiap diri kita yang mampu melepas apa yang seharusnya tidak kita miliki adalah hal yang paling melegakan.

Tidak semua apa yang ada di dunia ini layak untuk kita miliki. Yang bernyawa atau pun yang tidak bernyawa.

Untuk yang bernyawa, anggap saja itu seseorang dari masa lalu. Ahh, masa lalu memang selalu menjadi kenangan yang tak mudah terlupa oleh otak kita. Baiklah seseorang itu mungkin sangat berharga. Membuat nyaman dan memberikan perhatian dengan penuh kasih sayang, membuat rasa bahagia yang berkepanjangan dan masih banyak lagi yang indah-indah yang pernah di lakukan bersama-sama. Perasaan adalah hal yang sentimental soal itu.

Tapi, jika semua kenyamanan yang di rasakan tidak di takdirkan untuk diri kita. Mau bagaimana? Atau paling tidak, kita di minta cukup merasakan kenyamanan tersebut.

Oke, baiklah kita merasa cukup dengan itu semua. Saatnya melepas sekarang.

Melepas memang tidak semudah apa yang ada di pikiran kita semua. Butuh usaha yang maksimal untuk melupakan (seseorang)! Tapi poinnya adalah jika kita mau melakukannya, pasti ada jalan untuk itu. Memang terkadang kita akan kalah dengan perasaan. Namanya juga perasaan, baperlah, hehehe.

Hayuk kita melepas apa yang bukan milik diri kita. Perasaan bisa di kendalikan, tapi bukan berarti harus buta hati ya. Ada hal-hal yang harus di sikapi dengan bijak. Jika menurut kita kehilangan seseorang tersebut akan membuat hidup menjadi tak berguna, cobalah melihat hal tersebut dari pandangan yang berbeda. Tuhan sedang menjalankan skenarionya. Mungkin setelah melepas justru kehidupan yang kebih baik menghampiri. Entahlah, rahasia hidup tak ada yang tahu. Jadi marilah membesarkan hati untuk melepas. Rangkul erat kenangan yang pernah di jalani bersama, karena jika kita memberikan rasa benci itu artinya kita belum sepenuhnya melepas. Berdamailah dengan keadaan, kita semua memimpikan hal yang terbaik terjadi di kehidupan ini. Jika tak ada suka dan duka, maka rasakanlah kehidupan yang begitu flat. Kasihan orang-orang yang menyukai tantangan di hidup ini, tak ada ruang untuk mereka.

Untuk yang tidak bernyawa juga sama. Jadikan itu latihan untuk menjadi orang yang sabar. Seberapa berharganya sesuatu itu tetaplah lapang dada. Seperti kutipan di atas, banyak hal yang kita dapatkan saat kehilangan. Salah satunya adalah belajar ikhlas :)

  • view 212