Sepasang Mata Cahaya

Sepasang Mata Cahaya

Indah Nasir
Karya Indah Nasir Kategori Puisi
dipublikasikan 03 Agustus 2018
Sepasang Mata Cahaya

Kutatap dua lingkar bola yang berpelangi tanpa hujan.

Terang yang berpendar-pendar membentuk formasi warna-warna.

Selaksa bahasa keindahan mentari yang membiaskan cerita-cerita setelah memandangi turunnya air-air langit.

Disana ada sebuah cerita yang ingin kuukir dengan rindai-rindai aksara.

Seuntai kisah-kisah lama yang menari-nari di benak-benak sebuah masa yang bernama.

Yang bernama : Aku menemukanmu sudah lama sekali, di masa lalu sekali.

***

Dua lingkar bola yang berpelangi itu menautkan makna-makna.

Begitu tajam menerabas menyiratkan keanggunan pribadi penuh pesona.

Yang jarang ada di diri setiap manusia.

Beraninya aku berkata?

Aku sungguhan, seluruhnya bisa kusuratkan.

Ada yang berbeda , terlampau istimewa.

Aku tak mengada-ada.

***

Yang berpelangi tanpa hujan miliknya sepasang mata cahaya, dia berharga.

Menyebutnya kemarin, tadi, dan nanti.

Melewatinya dengan cara-cara euforia berbatas.

Karena sepasang mata itu menyebutkan lewat laku-laku cahaya : Bersabar Lebih Baik.

Dan aku memang begitu percaya : Bersabar Selalu Lebih Baik.

***

Sepasang mata cahaya.

Menemukan dalamnya siluet memori bersahaja yang mendendangkan kidung-kidung nirwana.

Iya , lewat sepasang  dua lingkar bola mata cahaya lahirlah cerita-cerita makna pengangungan kisah-kisah rasa sebuah masa bernama yang kusungguhkan lewat  laku-laku cahaya darinya : Bersabar Selalu Lebih Baik.

Sepasang mata cahaya dengan pesan pertanda yang percaya : Bersabar Memang Selalu Lebih Baik.

                                                                        ***                      

Makassar, 13 Desember 2015

 

  • view 18