Sendu Menawan

Sendu Menawan

Indah Nasir
Karya Indah Nasir Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Agustus 2018
Sendu Menawan

Aku ingin menulis tentang Ikal.

Yah, aku pengagum sendu.

Dan yah, dia kekaguman yang menawan.

Kisah Ikal, kisah sendu menawan.

 

Malam ini, Ikal, bulan tampak malu untuk sekadar menyapa.

Padahal ingin kutanyakan kabarmu, di sudut mana kau sedang berada.

Aku menatap bulan lamat.

Si Sendu ini masih saja menawan meski bersembunyi samar.

Sama halnya kau.

Kau kusimpan di tempat tersembunyi di salah satu ruang hati.

 

Aku, aku sungguh tahu tak perlu ada kata atau bahkan prosa.

Cukup membaitkanmu dalam puisi-puisi sunyi yang setiap kali.

Kau, selalu punya langkah yang mempatrikan hayalku bergerak menembus ruang biasa.

Karena kau tak biasa.

Kau istimewa, kau berbeda.

 

Tapi apa kau tahu?

 

Seberapa jauh aku harus belajar memakna?

Berapa besar arti berjuang untuk sekadar menyentuh halamanmu?

Terkadang aku letih, terbayang-bayang tahu diri.

Aku, tak ada apa-apanya.

 

Dan kau menjelma segala.

Lahir tanya, mengapa aku sedemikiannya padamu?

Kujawab saja : rasa tak sekadar rasa, disana ada cita-cita.

 

Ah, yah.

Tak hanya tersenyum pada cinta, aku menemukanmu berdampingan dengan mimpi-mimpi besarku, masa depanku.

 

Jika begitu, tak apa kau kujadikan alasan?

Cerita cinta cinta cita cita.

 

Hey Ikal!

Nanti mungkin bisa kau baca.

Sendu menawan di atas sana.

 

Makassar, 5 Desember 2015

  • view 55