Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 1 Agustus 2018   15:22 WIB
Penggenapan Rasa

Ada sesuatu yang ingin kutelungkupkan pada penggenapan rasa ini.

Seperti sayupnya mentari ketika pagi justru mengkhianatinya dengan bersenandung romantis dengan rintik hujan yang tak berhenti sejak semalam suntuk.

Bagai bunga mawar yang tak berdaya oleh tangan manusia yang memotong habis durinya, lambang betapa berharganya ia.

Tak ubahnya laut berdebam pilu tatkala badai menghantamnya tiada ampun.

Penggenapan rasa yang ingin kutuang dalam semakna puisi yang tak jua sampai pada titik terhalang tabiat kau yang memudarkan diri.

Apa salahku?

Pun apa dayaku?

Saat pintu-pintu harapan kau tutup dengan kidung pilu yang menyayat jiwa.

Tinggalah sepi menawan rana yang kupanyai.

Aku meronta dalam diam yang kubisa.

Karena aku tahu, rasamu padaku tak pernah genap.

Kau ganjilkan selalu agar tak ada angan yang bisa kusampaikan pada nyata.

Senyap sudah penggenapan rasaku.

Menatapmu dari bingkai derita yang kau pahat sendiri untukku.

Kau binasakan cerita surga yang lelah kuretas per-kata.

Itu untukmu, cerita untukmu.

Dan kini?

Tinggal selembar kisah tak bermakna.

Yang kupunya kini tinggal kelabat kenangan dirimu .

Semu telah menerabas penggenapan rasaku .

Menjejakkan luka yang tak henti berkata, “ Penggenapan rasamu tak mampu bertuan kisah”.

 

Makassar, 12 Januari 2015

 

 

 

Karya : Indah Nasir