Aku Disini di Atas Awan

Aku Disini di Atas Awan

Indah Nasir
Karya Indah Nasir Kategori Puisi
dipublikasikan 01 Agustus 2018
Aku Disini di Atas Awan

Kau mungkin tak tahu tentang sesuatu bernama rindu.

Yang kuretas begitu saja setiap kali namamu kembali terpatri di bayang-bayang jiwaku.

Aku bahkan tak tahu ternyata ada kau di sana , di suatu ruang hati yang tak bernama.

Kehadiranmu yang tiba-tiba membantuku bangkit dari perasaan lawas yang tak kunjung bertuan kisah.

Aku yang tertolak di sebuah cerita karena suatu alasan yang begitu nyata.

Dan kau datang seolah menawarkan tempat untuk berbagi nelangsa yang entah aku pun tak paham mengapa harus kau yang tiba-tiba.

Dan aku disini, di atas awan .

Melukis wajahmu saat kau seolah menatapku dalam sinar pandangan yang tajam, mendebarkan hatiku.

Boleh jadi itu hanya ilusiku, bukan ?

Tapi matamu tampak begitu nyata .

Sorot yang selalu kudapati, kurasa .

Aku kah objek pandanganmu ?

Aku bahkan tak berani bertaruh untuk perasaan yang bisa kau buka.

Hatimu, masihkah sama seperti dulu?

Yah, aku sudah membacamu bertahun-tahun lalu.

Namun kau, benar-benar sebuah kumpulan kalimat yang tak kupahami siratnya.

Ada makna yang kau sembunyi dalam setiap bait-bait yang terhampar di suratan narasimu.

Dan lagi, aku disini di atas awan.

Mencoba memahami mengapa kita bertemu lagi dalam keadaan semacam ini?

Saat dimana aku belajar menerabas rasa yang tak terbalas, kau justru datang dengan gagah.

Yah, kau bahkan tak pernah pergi .

Sejengkal rasa pun, kau punya ruang di hati ini.

Kau? Bisakah kau jelaskan riak yang terjadi ini?

Kau kah alasan yang datang untuk membantu keping-keping hatiku yang tak mungkin menyatu?

Kau kah keluh kesah yang harus kudamaikan dalam setiap fatamorgana rasa pada yang tak mencintaiku?

Pada rasa yang tak terbalasku?

Tak sukakah kau saat aku menjadikanmu sebuah alasan untuk akibat yang tak bisa kugapai?

Aku masih disini, di atas awan.

Mencoba menggapai langit-langit surga mencari jawaban menentramkan.

Namun sungguh, bayanganmu tak mau pergi.

Untuk sesak, penat, yang berhasil kau cipta di hatiku setelah kehadiranmu kemarin.

Apakah aku salah mengukir bagian rasaku di bayangmu?

Aku tak tahu apa yang sedang menimpa hatiku untukmu.

Sungguh aku tak tahu.

Ada definisi yang terbungkam.

Aku tahu tentang kau yang sama sekali tak pernah merindu.

Aku tahu tentang kau yang tak ingin bertuan rasa sebelum masanya.

Dan mengapa kau masih saja hidup di hatiku ternyata?

Adalah apa yang tak bisa kujawab.

Aku disini, di atas awan.

Biarkan rindu ini mengarak awan hingga sampai di langitmu.

Biarkan angin ini kuhembuskan hingga kau tahu aku merindu.

Tak usah nyata pada kisah ini.

Aku sungguh tahu kau sangat pandai membaca hati.

Biarkan aku di atas awan menyaksikan tanyaku pada ruang rindu untukmu.

Biarkan aku di atas awan sampai tiba masa saat kau menjemputku dengan irama sayap yang indah.

Atau kau memberiku jawaban surga tentang kisah yang tak bertuan rasa.

Biarkan aku disini dahulu.

Biarkan aku menyaksikan rasa.

Biar kau dan kau bersama dalam diam dahulu.

 

 

Malino , 30 November 2014

  • view 49