Bolehkah aku mematahkan hati lagi ?

Nor Inayah
Karya Nor Inayah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Mei 2016
Bolehkah aku mematahkan hati lagi ?

Masih kah kau ingat, perkenalan singkat kita di salah satu sosial media ?. Entahlah alasan apa yang membuatmu untuk mengajak berteman dan saling mengenal satu sama lain. Dan pula entahlah apa yang membuatku begitu bersemangat untuk mengenalmu, sampai saat ini, hingga sampai ku curahkan tetap saja aku tak mengerti dengan perasaan aneh saat itu. Kau yang menetap di Mekkah, dan aku di Indonesia, jarak dan waktu memang penghalang utamaku untuk melihat mata dan senyummu. Tapi, sekali lagi itu bukan masalah. Bagiku, kau telah menyembuhkan luka hatiku oleh sebuah pengkhianatan, walau aku tahu di antara kita sangat, sangat, dan  sangat mustahil untuk bersama.

Hingga saat kau buat luka, kau kata jangan berharap padaku, kau minta untuk melupakanmu. Tak bisakah saat itu kau hilang perlahan, tunggu aku terbiasa tanpa kabarmu, karena selama ini, aku sudah menunggu untuk mendapatkan kabarmu. Tak bisakah kau menahan untuk sebentar. Nyatanya justeru kau semakin membuatku terlihat bodoh, kurelakan waktuku untuk menunggumu, bahkan akan menuggu samapai kepulanganmu ke tanah air. 

Meski aku mengetahui, alasanku menunggu hannya untuk menghilangkan rasa sakit pengkhianatan itu, untuk menghilangkan sesal-selan yang telah kubuat. Tapi, nyatanya aku telah menjadi pembunuh. Banyak hati yang ku tancapkan luka dan membuat rasa sakit untuk mereka. Hal yang menakutkan  saat aku menunggu, mereka yang menawarkan hati, aku telah membunuh setiap harapan yang mereka tanam.Dan erapa hati lagi yang harusku patahkan untuk mendapat kepastianmu ?

Aku terlihat bodoh saat itu, memang jelas nampak sekali. Dan aku yakin kaupun tahu kebodohanku. Jika bolehku bertanya, saat itu  bagaimana rasamu untukku ?. Apakah kau juga ingin mataku dan senyumku ?. Mendengarkanku memamnggil namamu ?. Apakah kau juga memiliki rasa deg-degan saat menunggu balasan chat dariku ?.

Kau, bolehkah aku memtahkan hati lagi ?. Jika boleh, aku ingin mematahkan hatimu.

  • view 160