Cukup Aku Jangan Dirimu

Nor Inayah
Karya Nor Inayah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Mei 2016
Cukup Aku Jangan Dirimu

Tak bisakah kau belajar dari hadits Nabi ? "Jangan lihat siapa yang berbicara tapi lihat apa yang dibicarakan".

Kesalahan langkah di masa lampauku, hingga nasihat kebaikkan yang ku berikan kau abaikan. Sok suci, sok baik, lupa diri, itu yang kau katakan di belakangku. Sekalipun nasihat itu untuk kebaikkanmu kelak. Seharusnya sekalipun kau merasa aku terlalu payah berbicara kebaikkan, terlalu memalukan , jangan kau menghinakannya, diam saja dan cerna perlahan.

Ah, aku tidak sekuat Nabi dan para sahabat, tidak sesabar Aa Gym, tidak setegar Oki Setiana Dewi, yang menyampaikan kebaikkan justeru kehinaan caci maki fitnah yang didapatkan mereka yang tidak setuju. Aku tidak seberani mereka, sebelum kau katakan untuk diriku bercermin, aku sudah bercermin dan bahkan sering kali aku bercermin, pantaskah diriku, pantaskah diriku ? akupun selalu bertanya-tanya.

Rasa cintamu kepada lelaki itu, rasa inginmu untuk menjalani hubungan bersamanya tak kau hiraukan aku, temanmu.

Teman, tiada maksud di dalam hatiku untuk megguruimu, tiada maksud untuk menghakimimu, aku hanya ingi berbagi pengalaman denganmu, kesalahan masa lampauku terus menghantui, memilih jatuh cinta, mengiyakan kata-kata tanya yang diberikan lelaki. kau harus tahu teman, aku tak ingin kau terluka, aku tak ingin kau menangis-nangis tersedu, aku tak ingin kau bersusah payah bangkit berdiri, aku takut rasa sakitmu menjadi penghalang harapan yang selama ini kau bangun.

Aku tak perlu lagi menyampaikan maksudku selama ini, semoga saat kau membaca ini, kau akan memahami setap amarahku saat kau dekat dengan lelaki, setiap raut wajahku yang berubah, aku hanya ingin kau tak terluka, itu saja.

Jika kau terus bahagia dengan cintamu, maka silahkan salahkan aku. Tapi, jika kelak kau terluka, datanglah kepadaku, aku akan selalu mendengarkan setiap titik sakitmu.

 

  • view 155