Belajarlah Dari Ashabul Kahfi

Irma Nurul Arianti
Karya Irma Nurul Arianti Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 26 Agustus 2016
Belajarlah Dari Ashabul Kahfi

"Jagalah Allah maka Allah akan menjagamu"
 
Kisah ribuan tahun yang melegenda
Tercatat dalam kitab suci secara seksama
Sebagai pelajaran bagi para musafir dunia
Belajarlah dari ashabul kahfi, para penghuni gua.
 
 
Sebuah gua yang berada di negeri yordania telah menjadi saksi hidup dari kisah para pemuda sholeh. Perjuangan mereka dalam menjaga keimanan telah diabadikan dalam Alquran, kitab suci kaum muslimin. Pemuda Alkahfi adalah sebuah contoh nyata agar manusia dapat mengambil pelajaran, bahwa ketika kita menjaga Allah maka Allah pun akan menjaga kita.
Pada zaman dahulu ada sebuah kisah historis, cerita yang erat dengan kaitannya dengan kegelisahan Baginda Rasulullah saw yang ditanya oleh kaum yahudi mengenai para pemuda yang mengasingkan diri demi menjaga keimanannya dari kemurtadan. Maka turunlah Firman Allah dalam surat Alkahfi yang menceritakan kisah para pemuda tersebut.
Ada seorang Raja kejam yang memerintahkan rakyatnya untuk menyembah dirinya. Barang siapa yang ketahuan menyembah Tuhan selain raja maka dia akan berakhir di tangan Algojo. Sebagian besar rakyat ketakutan hingga akhirnya menggadaikan keimanannya, namun ada sekelompok pemuda yang tetap bersikukuh mempertahankan keyakinannya. Mereka tidak ingin menjual aqidahnya dengan keselamatan karena takut dengan ancaman dan siksan, mereka lebih memilih mati daripada harus kehilangan iman.
Raja Dikyanus namanya, ia memberi tenggang waktu bagi mereka untuk mengubah keputusannya, jika sampai hari H tiba mereka belum mengubah keyakinannya. Maka mereka akan mati sia-sia. Para pemuda itu pun berdiskusi untuk mencari solusi, mereka kebingungan, gelisah, dan kalut hinga  akhirnya mereka memutuskan untuk mengasingkan diri di sebuah Gua yang terkenal Angker. Mereka bersama anjingnya duduk dan bersumbunyi sampai ketiduran karena kelelahan. Allah pun menidurkan mereka dengan waktu yang sangat lama, tahun silih berganti, hingga jaman pun telah berubah. Allah pun membangunkan mereka pada masa kerajaan yang makmur dan dipimpin oleh Raja yang adil dan sholeh.
Mereka tidak menyadari telah tertidur dalam waktu yang lama, mereka menyangka hanya terlelap beberapa jam saja hingga salah seorang dari mereka turun ke pasar untuk membeli makanan karena kelaparan. Saat di pasar, pemuda itu terkejut melihat keanehan yang terjadi, banyak hal yang berbeda dengan zamannya dahulu sebelum ditinggal ke gua. Mereka pun takjub dengan kejadian ini, mereka sadar bahwa yang menyelamatkannya ialah Allah, Tuhan semesta alam.
Mereka sadar bahwa saat kita berusaha menjaga keimannanya maka Allah pun akan menjaga mereka. Maka percayakan dan serahkan segala sesuatu pada Allah, maka biarkan Allah yang menyelesaikannya dengan cara yang ajaib, dengan cara yang tak pernah dibayangkan oleh manusia. Masya Allah.
Mudah-mudah kita bisa seteguh para Ashabul kahfi, menjaga keimanannya tanpa gentar dan tak takut pada kedzoliman yang mengancam di depan mata. jika para solihin dan solihat pada jaman dahulu diuji aqidahnya oleh ancaman kematian, maka bagaimana dengan kita yang sering lalai gara-gara keasyikan bermain gadget. jika para sahabat Rasulullah sering disiksa dan dianiaya lalu dipaksa murtad dari cahaya islam, bagaimana dengan kita yang sering kalah melawan hawa nafsu dengan kesia-sian semata. ya Ilaihi Robbi, bagaimana nanti hamba menghadapi yaumul mizan. Saat itu akan diperlihatkan rekaman kehidupan hamba selama hidup di dunia, mungkin keringat akan menenggalamkan tubuh ini saking ketakutan dan malunya dengan apa yang sedang dipertontonkan. T_T
selama masih ada waktu maka bertaubatlah, selama masih ada umur berarti Allah sedang menunggu kita untuk untuk berhijrah, kembali di jalan yang lurus dan beristiqomah. Bismillah..
#notetomyself #selfreminder

  • view 276