Keajaiban Doa

Irma Nurul Arianti
Karya Irma Nurul Arianti Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 Agustus 2016
Keajaiban Doa

Doa adalah sebuah kebaikan yang tidak akan merugi. Maka perbanyaklah doamu, agar ia bisa melangit menembus Arasy, dan duniapun tak berkutik karena Allah sudah berkehendak.

Lagi-lagi aku dibuat terpesona dengan keajaiban sebuah doa. Entah kali keberapa Allah mengabulkan doaku, yang pasti aku merasa Allah akan mengabulkan doa yang memang akan jadi kebaikan untuk perjalanan hidupku atau sesuatu hal yang dapat mendekatkan diriku pada Allah.

Jadi doa bukan hanya perkara seberapa cepat dikabulkan, namun lebih dari itu. Ia menjelma menjadi kristal-kristal harapan yang cahayanya berisi dari partikel-partikel kebaikan. Lalu jika ada doa yang tidak dikabulkan mungkin ia tidak berisi kebaikan atau dapat menjauhkan kita dari Allah.

Ada sebagian orang yang hidupnya penuh kemudahan dan keberkahan, bisa jadi itu manifestasi dari doa-doa. Doa yang dipanjatkan oleh diri sendiri saja dengan begitu mudah Allah kabulkan. Bagaimana jika doa itu dipanjatkan oleh banyak orang, lalu oleh orang yang hatinya selalu terpaut dengan Allah. 1 kata, powerfull!

Ada 3 jenis doa yang dapat membuat doa kita lebih powerfull

1. Doa orangtua

Orang tua tidak sebatas ibu dan ayah namun juga kakek nenek, bahkan buyut. Adalah sebuah doa yang dipanjatkan oleh nabi Ibrahim yang baru dikabulkan Allah setelah 4000 tahun lamanya. Doa itu dipanjatkan di tanah gersang tak berpenghuni, hanya ada hajar dan ismail yang menempati. Maka Ibrahim pun memanjatkan sebuah doa tulus untuk anak-cucunya.

Duhai Rabb kami, dan bangkitkan di antara mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri; yang akan membacakan atas mereka ayat-ayatMu, mengajarkan Al Kitab dan Al Hikmah, serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaqksana.” (QS Al Baqarah [2]: 129)

Rasulullah adalah salah salah satu manifestasi dari doa tulus seorang nenek moyang, Nabi Ibrahim as. Doa itu mengarungi jaman dan melintasi waktu hingga lahirlah seorang nabi terakhir di kalangan bangsa arab. Nabi yang kelak akan memberi syafaat pada umatnya. Nabi yang kelak akan memberi minum di telaga kautsar pada umatnya. Nabi yang pada akhir hayatnya selalu mengingat umatnya pada akhir jaman, beliau pun memberikan khutbah sebelum wafat, salah satu wasiatnya adalah  "Wahai manusia sampaikan salamku kepada orang yang mengikutiku di antara umatku hingga hari kiamat."

Allahumma shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala Ali Muhammad; kama shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala Ali Ibrahim..”

Jika doa seorang nenek moyang yang terpaut jauh dari waktu bisa Allah  kabulkan, bagaimana dengan doa orang tua kita, orang yang berada dekat dan selalu menyayangi kita tiap waktu, orang yang rela mengorbankan apapun untuk kita. Insya Allah mustajab.

2. Doa para ulama

Hasan Albashri salah satu tabiin terbaik kedua setelah Uwais Alqoroni. Ia adalah seorang anak yang dilahirkan dari seorang budak. Ibunya adalah budak dari Ummu Salamah, salah satu istri Rasulullah saw yang terkenal cerdas setelah Aisyah r.a dan ayahnya adalah budak dari sahabat Rasulullah, Zaid bin Tsabit. Hasan adalah nama pemberian dari Ummu Salamah yang artinya kebaikan, beliau tumbuh di lingkungan cahaya nubuwwah.

Lalu ayahnya Hasan mengunjungi seluruh sahabat Rasulullah saw untuk meminta doa agar kehidupan anaknnya berkah. Umar bin khatab adalah salah satu ulama yang mendoakan Hasan berikut isi doanya " Ya Allah jadikan ia faqih dalam beragama dan dicintai banyak manusia". Doa umar telah bermanifestasi, Sosok Hasan Al-Bashri adalah salah satu ulama yang terkenal di basrah, Irak. Ia sangat paham dalam beragama dan akhlaknya begitu terpuji sehingga dicintai banyak manusia. Masya Allah.

3. Doa orang-orang sholeh

Doa setiap orang mukmin sebenarnya tidak akan ditolak, hanya saja Allah tahu kapan waktu yang tepat untuk mengabulkannya atau dosa-dosa kitalah yang menghijabi diri ini dengan doa yang dipanjatkan. Maka mintalah doa pada orang sholeh agar doa kita bisa dikabulkan oleh Allah dengan segera.

Bahkan seorang Umar bin Khatab pun meminta doa pada Uwais Alqoroni, padahal kita tahu keutamaan dan keistimewaan umar. Namun umar begitu tawadhu meminta doa pada orang yang Rasulullah kabarkan sebagai tabiin terbaik karena kesholehannya. Maka umar pun segera menemui uwais dan meminta didoakan agar Allah ampuni dosa-dosanya. Masya Allah.

Orang-orang sholeh yang tersembunyi, mereka beribadah dalam sunyi, berbuat kebaikan dalam keheningan, namun cahaya kesholehannya menerangi langit hingga doa yang mereka panjatkan akan mustajab. Masya Allah