Allah Menunda Niat Baik, Untuk Menggantinya Dengan Yang Lebih Baik

Ina Salma Febriany
Karya Ina Salma Febriany Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 31 Januari 2016
Allah Menunda Niat Baik, Untuk Menggantinya Dengan Yang Lebih Baik

"Maaf, Na. Sepertinya acara kita tunda. Area pondok pesantren terkena musibah kebakaran. Nanti kita jadwalkan lagi tanggalnya ya," Demikian isi pesan singkat dari salah satu Ustadzah sekaligus Kakak kelas saya, Winda Fevlona, memberi informasi sekaligus meminta penjadwalan ulang acara Bedah Novel yang jauh-jauh hari telah kami atur.

?

"Semua santri selamat, Kak?" tanya saya. Kak Winda pun merespon tangkas bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran di Kawasan Pulo Nangka Barat Jakarta Timur, Desember 2015 silam. Kebakaran yang melahap ratusan rumah itu kini hancur tak bersisa, dengan kebijakan ponpes, dengan amat sayang santripun dipulangkan, tindakan antisipatif untuk mengamankan mereka pula.

?

"Acara tetap harus ada ya, Na. Kapannya, nanti kita bahas lagi," demikian Ka Winda akhirnya menegaskan bahwa ini adalah penundaan bukan pembatalan yang takkan pernah terealisasi :)

?

Karena santri dipulangkan, acara bedah novel pun terpaksa ditunda karena sasaran acara ini adalah santri. Ya, santri puteri Al-Kenaniyah yang sudah saya anggap adik saya sendiri. Enam tahun saya hidup di ponpes ini; tidur, makan, belajar, mencuci, menyetrika, sekolah, bercengkrama, bersahabat, sampai kabur-kaburan tanpa izin (yang terakhir tolong jangan dicontoh ya :) ))

?

Ya, masa-masa yang menurut saya begitu indah dan berkesan adalah masa-masa pesantren. Sejak SMP/MTs sampai SMA/ MA, kedua orangtua saya, Appa dan Mama mempercayakan Al-Kenaniyah sebagai tempat belajar kami. Bukan karena memang harganya yang relatif murah dengan fasilitas wah, tapi juga karena jarak yang tidak terlalu jauh, memberuat keduanya mantap mengurung kami di penjara suci ini.. (Makasih Ma, Pa.. mungkin kalau De nggak mondok, entah De bagaimana sekarang :(, cukuplah Allah saja yang Maha Membalas kebaikan-kebaikan Mama dan Appa) ahaa #mewek!

?

Lanjut ke acara bedahnovel yang tertunda. sejujurnya saya sempat sedih dan down waktu itu, secara semangat lagi membara sekali ditambah semua persiapanpun sudah 90%. tapi ?apa daya, Allah-lah yang punya kuasa..

?

selang beberapa minggu, menunggu santri selesai liburan.. alhasil rencana yang sempat tertundapun dijadwalkan kembali tepat di tanggal 17 Januari 2016..

?

---------Hari berjalan seperti biasa, tapi H-5, baby sakit dan harus dirawat----------

?

"Gimana, Na? Tetap diadakan?" tanya Ka Winda lagi. Saya berpikir lebih lama, jika memaksa untuk tetap diadakan, sepertinya terkesan dadakan, ditambah baby yang belum pulih benar. AKhirnya, dengan amat sedih, kali ini saya yang menunda acara tersebut..

?

Dalam hati sempat terbersit rasa buruk sangka kepada-Nya; Rabb, adakah ENgkau belum meridhai rencana ini??

?

Hati terasa hampa tapi nurani mencoba menguatkan dan membisikkan bahwa 'Allah tidak pernah menunda niat baik, kecuali Dia ganti dg yg lebiiiiih baik,'

?

Berbekal keyakinan di atas, saya pun berusaha untuk membuang semua virus-virus pikiran negatif atas takdirNya dan mulai meyakini bahwa ada rahasia di balik penundaan-Nya..

?

Acara pun kami jadwalkan ulang mjd 31 Januari 2016. Dengan basmalah, kali ini saya pasrah... berharap rencana kali ini benar-benar berbuah barakah..

?

Pembicara yang dari jauh-jauh hari telah saya undang pun H-1 akhirnya memberikan jawaban bahwa beliau menyanggupi untuk menjadi motivator! ya, beliau adalah dosen sekaligus sudah saya anggap spt kakak saya sendiri. Di tengah kesibukan beliau mengajar dan terbang kesana sini untuk urusan kampus, meski baru tiba dari Sulawesi dini hari, belum sempat pula bertemu sang suami, ba'da subuh minggu pagi beliau pun bergegas ke Ponpes kami

?

Nampaknya, secercah harapan mulai bersinar. Ditambah pagi itu cuaca benar-benar cerah meski musim penghujan tiba.

?

Bismillah, bismillah dan bismillah....

akhirnya, rencana Launching, Bedah Novel, Kuliah Motivasi dan syukuran hari ini Alhamdulillah berjalan dengan lancar.. untuk kali ini, saya mengutuk diri saya sendiri yang sempat bersuudzhan kepada-Nya..

?

Pelajaran yang benar-benar bisa saya ambil adalah: Allah menunda launching ini karna Dia ingin memberikan kejutan untuk saya; buku kedua yang INSYAALLAH akan juga dibukukan (benar-benar tanpa harus letih mencari penerbit) dan ada tawaran untuk dibedah di tempat yang saya impikan :(

?

Allah, i feel ashame!

saya malu kepada-Nya. ketika prasangka saya dibalas dengan begitu santun oleh-Nya. Dan sesuatu kejutan lain yang tak pernah saya duga atas penundaan bedah novel saya adalah ketika dosen saya berkata,

?

"Siapkan berkas. Beasiswa 5000 doktor dari Kementerian Agama menanti. Ada permintaan khusus dari Prof dan Ibu langsung ingat kamu, Na!"

?

------Allahu Akbar--------

Sekali lagi, Allah berhasil membuat saya malu..

:(

:(

?

SEmoga tulisan ini mampu menginspirasi sahabat2 semua. Bahwa sebagai hamba, tak layak bagi kita untuk menaruh prasangka kurang baik pada-Nya. Percayalah, jika sudah waktunya, Allah akan mewujudkan semua keinginan kita; asal kita tak pernah putus doa, berharap, berbagi, berusaha dan tentu saja; berbuat baik!

?

Sebab Allah, tak pernah menunda sesuatu atau niat baik, kecuali Dia ganti dengan Yang Lebih Baik..

?

Salam Inspirasi!

  • view 258