Bersyukur Tanpa Syarat

Ina Salma Febriany
Karya Ina Salma Febriany Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 28 Januari 2016
Bersyukur Tanpa Syarat

Bismillah,

Salam inspirasi!

?

:)

Sejujurnya saya bahagia atas lahirnya wabsite ini yang semoga dapat saling kenal, saling berbagi, saling berkarya dan tentu saja, saling menginspirasi banyak orang yang mungkin tersentuh atas goresan tulisan, foto atau apapun yang ada dalam web ini..

?

Perkenalkan saya Ina, Ibu yang (baru) memiliki anak satu (perempuan) yang ni'matnya luar biasa. Berbicara tentang sosok perempuan; pasti yang kita ingat adalah sosok perempuan terbaik yang berjuang mati-matian mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat kita hingga menjadi 'orang'.

?

Benar!

Ketika ditakdirkanNya menjadi seorang Ibu, saya benar-benar tau artinya pengorbanan yang ternyata belum mudah bagi saya untuk rela bangun malam karena anak terbangun, atau tiba-tiba ia menangis tanpa sebab, atau yang menurut saya paling sulit adalah ketika ia sakit.

?

Batin saya teriris ketika bayi saya yang baru genap 13 bulan harus diopname selama tiga hari karena muntah disusul demam dan diare..

?

Dia lemas, saya pun lemah. Tapi saya pikir-pikir lagi, mau sampai kapan saya harus menyerah seperti ini? Bukankah Allah hadirkan musibah sepaket dengan jalan keluarnya?

?

Akhirnya saya mulai mensugesti diri bawa semuanya InsyaAllah akan baik-baik saja. Well, atas izinNya, sehari dirawat baby suda terlihat sedikit lebih baik dan banyak kontak mata dengan saya ketimbang sebelumnya yang makan saja sampai tertidur karena mungkin ia sangat lemas.

Tak sekedar mensugesti diri; saya pun mulai instrospeksi; mungkinkah saya kurang bersyukur selama ini? mungkinkah pula saya terlampau banyak dosa ketimbang menabung pahala? Ya, apapun salah saya di beberapa bulan sebelumnya pasti terbayar dengan kondisi saya saat ini yang merasa begitu sempat terpuruk saat melihat anak sakit.

?

Allah As-Sami'.. Dia pun mendengar doa doa saya. Hari kedua dirawat, anak saya mulai memperlihatkan kembali tingkah lucu menggemaskan yang sebelumnya tak ia tampilkan karena kondisi badan yang lemah. Alhamdulillah, saya semakin yakin bahwa Inna ma'al 'ushry yusraa-- Sungguh, Allah bersamai kesulitan (sepaket) dengan kemudahan..

?

Dari peristiwa ini saya mulai tersadar bahwa selama ini; Allah mau menerima keadaan hamba-hambaNya yang mungkin minim ibadah, kurang bersyukur, lambat berdoa. Kita mungkin banyak disibukkan oleh urusan-urusan duniawi yang sebenarnya tak perlu terlalu dikejar dengan berlari. Dan kedua, betapa yang paling berharga adalah embusan nafas gratis dari-Nya. Entah kalau saja kita kehilangan nafas hari ini; masihkah bisa kita berkumpul dengan keluarga?

?

Sejak hari ini..

saya mulai membisikkan dalam batin.. (selalu) bersyukur tanpa syarat. Tak peduli banyaknya cobaan yang datang menghadang, rasa syukur kepadaNya tetap tak boleh luntur dan menghilang...

  • view 141