Udang Rindu

Ray Raymond
Karya Ray Raymond Kategori Puisi
dipublikasikan 25 Januari 2016
Udang Rindu

UDANG RINDU

"Ada ?Rindu dibalik batu."

Seperti Udang memang si Rindu itu,

menjadi nikmat jikalau diolah dengan tepat.

Tapi akan menyebabkan alergi bagi siapapun yang tidak siap.

?

?

?

"Lempar cinta sembunyi tangan."

inilah setulus-tulusnya cinta, bukan tentang balasan yang dibayangkannya, tapi keikhlasan yang diberikan bsrdasarkan nurani terdalamnya.

?

?

?

"Tak ada hati akar-pun jadi."

Mungkin inilah cerminan orang yang paling siap di muka bumi.

Ketika ketulusan dipersembahkannya tak pernah mendatangkan hati dari belahan bumi manapun.

Maka, akan Ia kembalikan pada akar perasaannya.

Bahwa bumi sebagai Ibunya dan langit sebagai Ayahnya selalu merestui dirinya untuk tetap berdiri tangguh dan meneduhkan pikirannya dari ruang tanpa udara.

Kenikmatan yang hakiki selalu Ia rasakan di saat sunyi.

Mensyukuri segalanya yang masih berfungsi dengan baik.

?

?

?

"Sedia Rasa sebelum Logika."

Untuk beberapa hal dalam hidup ini memang tak membutuhkan alasan apapun.

Kadang pemikiran tak perlu ikut campur, tersenyum untuk lalu menikmatinya adalah cara terbaik ?untuk menghadapi beberapa situasi sulit di bumi ini, yang menyediakan berbagai macam kemungkinan.

?

?

?

"Pucuk di Cinta ulang tiba-tiba."

Bagai pesta ulang tahun memang hidup ini.

Selalu mempersiapkan berbagai macam kejutan untuk kita terima.

Kenyataan bahwa yang kita kejar bukanlah yang kita tunggu sepanjang hidup, seringkali terjadi.

Katanya ada perjanjian sebelum kita dilahirkan, bukankah tawakal dan rasa syukur adalah cara terbaik untuk kita tidak mengingkari janji?

Untuk beberapa momen kita selalu melemparkan pandangan dan respon negatiif.

padahal jikalau kita sudi untuk membuka hati dan pikiran, double negatif adalah positif.

Ketiba-ketibaan adalah pengujian atas persiapan..

Pengulangan-pengulangan bisa saja terjadi, tapi hadir dengan rasa yang berbeda.

Para pecundang akan berbicara "hidup ini seperti roda, kadang dibawah kadang digilas.

Hmmmm.... pecundang.

?

?

"Tak ada Hati yang tak Retak"

Sempurna selalu ciptaan Tuhan, benar, Hati namanya.

Bisa ?merasakan bahagia, sedih, marah bahkan kecewa.

jika hatimu hanya ingin merasakan bahagianya saja, maka patut dipertanyakan.

Apakah Hatimu terbuat dari sagu??

  • view 141