Inilah Tengah Malam

Ray Raymond
Karya Ray Raymond Kategori Puisi
dipublikasikan 25 Januari 2016
Inilah Tengah Malam

Minggu, 08 November 2015

Inilah Tengah Malam

    Inilah tengah malam, waktu dimana suara bising kendaraan sudah mulai berkurang. Hanya terdengar suara percakapan kawanku bersama sepupunya di kamar sebelah, itu terdengar seperti makhluk luar angkasa sedang berbincang tentang Real Madrid lawan Barcelona. Mungkin karena terhalang tembok kamar dan logatnya yang sulawesi.

   

    Inilah tengah malam, bersama udaranya yang dingin, menculik  perasaanku menuju tempat yang menurutku tabu. Menggambarkan dirimu yang datang seenaknya ke dalam kehidupanku.

 

    Inilah tengah malam, mungkin kamu sudah tidur, tapi aku terjaga untuk lalu ingat kepadamu. Betapa beraninya kamu masuk ke dalam hatiku dan lalu menguasainya. Maksudku, hey, siapa kamu? Mengapa kamu begitu populer di dalam pikiranku? bahkan mampu membuat diriku jatuh  ke dalam jurang pemikiran. Kekuatan apa yang kau punya? Sampai logika dalam diriku hilang entah kemana?

 

    Inilah tengah malam, waktu yang tepat untuk aku berdiskusi bersama diriku. Tentang apa yang harus aku lakukan kepadamu. Tapi, apa dayaku? Senjataku hanya kenyamanan, empati dan rasa rindu.

 

    Inilah tengah malam, pemikiran dan perasaan bercampur aduk dalam wadah yang disebut Cinta.

 

    Inilah tengah malam, ketika aku bertanya-tanya, mengapa kamu ada dimana-mana? kemanapun aku menoleh kamu selalu ada disana, bahkan ketika kupandang langit. Apakah kamu mata-mata?

    

    Inilah tengah malam, ketika matamu menatapku, seperti pedang tajam yang menusuk jantungku. Seolah aku adalah ksatria amatir.

 

    Inilah tengah malam, kukatakan padamu, "jika memang kamu ingin pertarungan yang seimbang, kemarilah, genggam tanganku maka kita akan sama-sama tangguh."

  • view 122