Percakapan malam, soal dendam

Imam Saiful
Karya Imam Saiful Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 November 2016
Percakapan malam, soal dendam

Dendam menurut KBBI adalah berkeinginan keras untuk membalas (kejahatan dsb.)

Bagaimana jika berkeinginan keras untuk membalas (kebaikan, maksud baik dsb.)?

Apakah masih disebut 'dendam' atau ada kata lain?

...

"Tiada dendam untuk disebut baik", kata seseorang dalam percakapan malam.

Aku tak setuju, sebab setiap kata adalah baik meski bermakna tak baik. Maka dendam, mungkin sesuatu yang baik (dalam kata) namun berakibat buruk jika bersemayam dalam dada manusia sebagai penyakit.

...

"Semua kata tidak buruk, namun makna yang disimbolkan oleh lambang grafis itu seringkali tak seindah tulisannya", seseorang yang sama menambahkan.

Ah, mengapa harus dikaitkan dengan keindahan? Nalarku selalu sulit memahami kata itu, tepatnya tak paham. Tulisan macam apa yang tak seindah maknanya? Atau makna macam apa yang tak seindah tulisannya? Nalarku semakin kacau.

Jangkauan inderaku tentang keindahan selalu tak terikat oleh baik-buruk, selalu terlepas dari benar-salah. Ada kebaikan yang kusebut indah, ada keburukan yang juga indah. Ada kebenaran yang kusebut indah, ada banyak kesalahan yang kuindahkan.

Kemudian tentang seseorang dalam percakapan malam itu selalu menjadi sesuatu yang indah, setidaknya bagi duniaku; benar-salahnya adalah keindahan, baik-buruknya juga keindahan.

...

"Apakah dendam itu sesuatu yang buruk?"

"Iya lah"

"Mengapa?"

"karena menjadi pemaaf lebih baik"

"Seperti memaafkan sebelum dimintai pemaafan?"

"Itu lebih mulia"

Aku selalu merasa kalah meski tak berniat menang, seperti percakapan malam itu. Entahlah, setidaknya ada hal-hal baik yang semoga benar. Seperti memafkan dendam atau dendam yang harus dimaafkan

  • view 196