Sajak dipuncak manglayang

Imam Saiful
Karya Imam Saiful Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Mei 2016
Sajak dipuncak manglayang

Ada yang bergetar; tubuh berselimut kabut
Ada yang mengalun; irama detak jantung
Ada yang membias; telapak dan wajah yang basah
Ada yang menancap; duri-duri lemah bertopeng tajam
Ada yang mengeluh; tanah bercampur sampah
Ada yang menangis; pinus besar tersayat pisau
Ada yang marah; dedaunan tersentuh asap
Ada yang merintih; makhluk Tuhan berkawan hutan.

Aku menyaksikan malam diatas tanah yang basah, kuinjak dedaunan busuk yang masih berdzikir, memuji Tuhan. Sedangkan aku yang menginjaknya masih lalai, menggantungkan dalih pada kata lupa.
Ternyata aku tak segagah gunung-gunung, tak sehebat akar-akar, bahkan lebih busuk dari daun-daun yang terinjak. aku merenung sampai pagi. Dan pagi tak lagi dingin, karena sang surya menerobos kabut tebal yang memeluk gunung-gunung.
Disisi lain, Aku bangga berada diantara kawan-kawan yang hebat, mereka kuat dan saling menguatkan.
Terimakasih, Mei 2016 dipuncak Manglayang

  • view 124