Hujan yang Dirindukan

Imasrismaimas
Karya Imasrismaimas  Kategori Puisi
dipublikasikan 05 September 2016
Hujan yang Dirindukan

 

Hujan kemana?

Mengapa lama sekali tak menjumpaiku.

Hujan kemana?

Marahkah engkau padaku?

Hujan, aku ingin bermain denganmu.

Hujan, aku ingin memeluk bulirmu.

Mengapa kau tak datang jua?

Apa kau marah? karena ketika kau datang aku selalu mengeluh?

Becek, basah, terkadang memang aku meneriaki kedatanganmu.

Apa kau marah? karena ketika kau datang aku tak menyambutmu dengan senyuman?

Banjir, longsor, terkadang semua orang malah menuduh bencana itu ulahmu. Termasuk akupun sering berpikir demikian.

Karena itukah kau lama sekali tak menjumpaiku? Tak menjumpai kami?

Hujan maafkan aku. Maaf aku tak mensyukuri hadirmu.

Hujan aku rindu. Rindu menghirup segarnya air langit.

Hujan, aku mohon temui aku. Temui semua orang yang merindukanmu.

Para petani, terutama Ayah dan Ibuku sangat merindukanmu.

Sawah ayah kering, ladang ibu gersang. Aku dan adik-adik tak bisa membantu. Yang bisa aku lakukan, hanya berharap dan terus berharap kau akan segera datang. Menemuiku, mengairi sawah ayah, membasahi ladang ibu. Menggantikan air mata kami dengan air langit yang menyejukkan.

Hujan,.

Tahukah engkau?

Embun pagi kini tiada. Tergantikan debu disetiap sudut dedaunan. Mengubah warna hijaunya menjadi cokelat kusam tak enak di pandang.

Tak kasihankah engkau? Melihat sahabatmu terluka, mengering lalu kemudian mati karena kehabisan serapan air di tanah. Sahabatmu, tanaman-tanaman itu menunduk pasrah menunggu hadirmu. Sahabatmu yang kini tak seindah dulu.

Ku mohon hujan. Jika memang kau tak mau datang karena marah padaku, maka datang lah untuk mereka. Para sahabatmu. Mereka jauh merindukanmu.

  • view 226