Selamat Bertambah Usia Ke-76, Sapardi Djoko Damono!

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Tokoh
dipublikasikan 20 Maret 2016
Selamat Bertambah Usia Ke-76, Sapardi Djoko Damono!

..Dan secara khusus pula, saya mengucapkan terima kasih kepada Mahaguru Sapardi Djoko Damono yang telah mengajarkan serta menunjukan kepada saya bagaimana kerendahan hati seorang penyair. Sungguh, saya, murid yang tak kalah keras kepala dengan sosok yang tak jarang kerap mengaku muda ini. Saya merasa amat bersyukur sempat dibimbingnya dan terlibat diskusi panjang empat mata di kediamannya tempo hari..

Itulah sepenggal dari apa yang saya tulis pada bagian ?Ucapan Terimakasih? dalam buku puisi terbaru saya ?Kampung Halaman? yang baru terbit sebulan lalu. Dari sekian nama, pantas kiranya jika ia mendapat ?porsinya? sendiri pada halaman buku tersebut (termasuk beberapa puisi lain yang menyebut namanya)

Hari ini, Minggu, bertepatan tanggal 20 Maret 2016, usianya genap 76 tahun. Tanpa terasa, seperti baru kemarin saya mengucapkan ulang tahunnya yang ke-75 langsung kepadanya di suatu acara launching buku di Central Park, Slipi, Jakarta Barat, ?ketika ?Trilogi Soekram?-nya diterbitkan ulang oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU).

Meski pada mulanya saya berniat agar buku puisi tunggal saya diberi prolog olehnya, dengan sekali tahapan terakhir, yakni menyerahkan draft, dan ia yang dengan santai mengatakan pada perjumpaan ke sekian di suatu pagi ?halah, urusan itu gampang, kamu kirim aja ke saya?, semua diprediksi akan lancar dan tanpa kendala berarti.

Namun setelah dipikir-pikir lagi, saya justru urung memintanya dengan berdalih, kalau buku puisi saya penjualannya tak tembus bookstore besar, juga ditambah lagi, riwayat publikasi pemuatan nasional yang belum seberapa dan mesti diperbanyak.

Berani-beraninya penyair ingusan kemarin sore dengan puisi ecek-ecek, picisan, menggunakan jurus aji mumpung ??didongkrak? dengan prolog dari SDD, pikir saya, mengutuki diri.

Kalaupun benar ia bersedia, dan saya merasa bahagia, akan tetapi prolog itu justru hanya akan membuat SDD malu saja. Sehingga pada akhirnya, saya memutuskan agar ?buku tersebut tanpa diberi prolog sama sekali. Beruntunglah saya tahu diri. Huah, siapa saya?

Jarak antar asrama yang saya tinggali dengan rumahnya tak kurang dari lima menit. Setiap kali jogging hari Minggu, saya dan beberapa kawan, selalu melewati halaman belakang rumahnya. Lebih-lebih jika kita berangkat pagi sekali, akan semakin mudah menemuinya. Beberapa kali perbincangan kami berlangsung sehabis subuh (selain di kesempatan sebelumnya, setelah ashar) hingga menjelang pukul 7 pagi. Kurang mudah apalagi?

Akhir pekan lusa, jika tiada berudzur, saya akan kembali bertamu ke rumah beliau dengan menyerahkan beberapa eksemplar buku saya. Dan kalau kau memang ada waktu luang, boleh saja kita bertamu bersama ke kediamannya.

Terakhir, di catatan kali ini, selain ingin menyampaikan selamat atas pertambahan usianya, saya akan melampirkan beberapa puisi yang saya tulis tahun lalu tentangnya, yang juga terdapat di buku puisi terbaru saya, sebagai tanda takzim kepada Gurutta SDD.

?

Selamat Bertambah Usia yang ke-76,

Sapardi Djoko Damono!

--------------------------------------------------------------------------------------------------

?

Tuan

; jawaban puisi Sapardi Djoko Damono berjudul ?Tuan?

?

aku tak sedang berada di luar

tuan, tuan tunggulah sebentar, biar kuseimbang jalanmu

adakah tuan mau bertemu dan berbincang sebentar pada Tuhan?

di dunia ini yang semestinya tak boleh tua itu siapa?

di hidup ini yang semestinya tak boleh lancang itu siapa?

?

dengarlah

tuan ini Tuhan bukan?

Tuhan ini tuan bukan?

?

2014

(Sepilihan sajak ?Kampung Halaman?, hlm. 19)

?

Puisi Untuk Sapardi Djoko Damono

; Genap usia ke-75 perayaan si pemilik Hujan Bulan Juni

?

usiamu kini di pucuk puisi, telah menggantung di ranting senja

mari kita rayakan sejenak, di batas napas kian ternak

di sisa sajak dan puisi yang tak? tak lagi memiliki jarak

?

mari kita, aku-kau-dia bermain dan bertengkar pada bahasa

untuk bersimbah kalimat, bait dan larik memintal sulam-sulam sapa

?

?Menyatulah pada tongkat puisi-puisi?

?

di hari kelahiran Soekram, aku ikut serta datang dan kau terlihat bahagia

tetapi ia merasa jenuh dan justru melompat dari karangan cerita

kaukabarkan pada rumah kediaman kami, bahwa tak lama lagi

hujan yang kerap kauceritakan tak sekadar menjadi jelmaan puisi

melainkan akan berbentuk kembang-berbunga prosa

?

?Saya berjanji pada diri sendiri,

untuk menyelesaikannya setiba bulan Juni nanti

persiapkan tisu sehabis-habisnya,? katamu sembari bersiul.

?

?Maka, menarilah bersama puisi-puisi?

?

20 Maret, 2015

(Sepilihan sajak ?Kampung Halaman?, hlm. 95)

?

Ruang Tamu Sapardi, I

???? ; satu jam berbincang bersama SDD

?

aku suka sekali ruang tamu ini

sebuah wayang berdiam kaku di dinding sepi

?

tiada maksud kedatanganku kali ini, tuan, untuk

meminang kata-kata bersitindih di hurufmu

melainkan mengemuka tanya,

siapa yang tengah berbisik di balik kabut yang

tempo hari pernah kaukisahkan dulu?

?

aku datang kemari dan mencatat apa saja

yang melompat, tersedak, luap-ledak

dari sarang suaramu, tuan

kuraba-raba serak napas dan masa lalu, hingga

aku merasa segan mempersoalkan mengenai

?nokturno?-mu dan ?nocturno? kepemilikan

si jalang kata; Khairil Anwar

?

kuhabiskan jamuanmu, tuan, kemudian

meminta diri untuk undur pamit

?

aku takut lebih banyak bertanya lagi

sebelum kau padam berucap,

?

?Sontoloyo sekali pertanyaanmu!?

?

2015

(Sepilihan sajak ?Kampung Halaman?, hlm. 118)

?

Ruang Tamu Sapardi, II

???? ; ketika menyerahkan ?Perjalanan Seribu Warna?

?

From: Sapardi Djoko Damono-

?Datanglah besok pagi. Pagi-pagi sekali.

Sebelum saya berangkat mengajar di Pascasarjana IKJ

(Institut Kesenian Jakarta)?

?

untuk yang ke sekian menghadap, tuan, di gembala pagi

sepanjang jalan ciputat belum tercemari debu api

suatu hal purna bersejarah;

demi meminta kau menerima sajak-sajak picisan

?

jelang pagi teramat khidmat itu,

kita bertukar sehimpun sajak dan tanda tangan

?

hanya kita berdua

di ruang tamu

berdua

kata

?

2015

(Sepilihan sajak ?Kampung Halaman?, hlm. 119)