2 Puisi "Lalaran Amtsilati" & "Sunni - Syiah - Wahabi" di SKH Radar Banjarmasin

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Puisi
dipublikasikan 17 Maret 2016
2 Puisi

Lalaran Amtsilati, I

???????? ; santri-santri al-falah banjarbaru

?

tak hanya aksara dan jejak yang mesti kita kenali ranumnya

melainkan bait bunga dalam kata demi kata tanpa harakat

meniti ejaan dengan perlahan tuk menelaah keheningan i?rab

dhammah ialah waktu bertukar lelah; kitalah pelaku

nashab ialah menekuni langkah jawab; kitalah digugu

khafadh ialah menyusun-tata secara tepat; kitalah sandaran

jazm ialah susur semilir di dahan kalam; kitalah lenyap

betapa siang dan sore hari kita membentuk rimbun arudh

?

/II/

?

gumam rerumputan sepagi lepas subuh itu menjadi pertanda

tentang ingatan kita yang usai terlipat di sela pelepah waktu

senandung nazham alfiyyah memenuhi bilik-bilik mihrab

rima sajak itu selalu mengiba-pinta agar tunai dibacakan

maka tak kenal jarak kita bersahut pada keteraturan bait

?

/III/

?

usir kantuk dari rerayu sepoi manakala melabuh padanan

mari kita rubah alunan dari yang sebagaimana mestinya

agar tiada dedahan i?rab justru ringsut meranggas sepi

?

amstsilati, petang-pagi rutin menyeduh segelas puisi

kita adalah penyair yang lahir dari rahim kitab kuning

lahat pun digali sebatang mayat sesak oleh bahasa kias

kita mati, dan puisi senantiasa berdoa ?tuk mengabdi

?

2015

?

Sunni ?Syiah ? Wahabi

?

langit kelam, putik jatuh pada romantisme artefak peradaban

riwayat demi riwayat kita jadikan serupa percakapan tak usai

kita terlahir dari muasal yang sama, tidak berarti? menjadi seteru

jika kelak menjadi dua kutub magnet yang saling bertentang

sebaiknya kita lebur dalam keheningan sajak-sajak sabda pekerti

?

siapa yang dapat mengelak dari perbedaan?

?

masih dapat kita nikmati keharuman ayat-ayat berbahan sutera

betapa agama tak pernah mengajarkan pribadi kita berhati cadas

nabi tidak mendikte kita untuk berlaku semena-mena atas nama

siapa yang paling benar; kita yang berasal dari rahim yang satu

dan kita semestinya tidak berbicara soal kepentingan di papirus ini

ya, kita tidak menetas dari budak-budak tipu daya syaithoniyah

?

siapa yang dapat memungkiri ketidak-sepahaman?

?

di pertemuan senjakala, kita mesti sepakat untuk saling berjabat

berjalan bergandeng menuju kelapangan rimbun daun-daun azali

mari kita lahirkan perbincangan yang penuh gurau dan tawa

sembari duduk bersama menikmati rekah bunga-bunga padma

?

apa hari ini kita masih ingin saling hujat soal perselisihan?

kita bercorak sama, kita berwarna satu dan kita tidak berbeda

terbuka-mekarlah keduabelah telapak semilir angin musim semi

tumbuh menyubur dalam kesenduan? aksara-aksara kalam Tuhan

?

2015

Dilihat 198