Ramuan Perut Buncit dan 6 Dongeng Puisi

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Puisi
dipublikasikan 17 Oktober 2017
Ramuan Perut Buncit dan 6 Dongeng Puisi

Ramuan Perut Buncit

pukul 02:41 dini hari. 3 ekor ular tanpa ekor masuk ke usus besar, tualang panjang bagi mereka, sampai terjaga tidur milik seorang pesakitan. betih beras melunak-memadat, sisa abon ikan tenggiri ditempa dinding lambung, lemak-lemak meniduri isi dalam daging. besar perut tak sebesar kuasa ibadah.

: membusung lingkar perutnya,
mengusung dosa sepanjang hayat.

2017

Dongeng, I

singa-singa melompat dari ranting ke daun, rahasia bunting ke tahun, perlahan dan lambat laun. akrobat singa jelma pementasan kata. sirkus di sini, sirkus khayali.

duduk!
singa-singa patuh, sedang kata tidak.

terkam!
singa-singa tunduk, sedang kata tidak.

pawang tua lelah mengatur keduanya, sampai kata menjadi singa yang mencabik-kunyah sepinya sendiri.

2017

Dongeng, II

tuts di keyboard, pemakaman yang sepi dari bunyi. A, keluar U. Q, keluar X. R, keluar L. huruf-huruf mati. pengarang dibungkam mata belati, seduhan terakhir harum teh melati. kata sambung sudah musnah. perut kembung nyaris pecah.

boleh kita bertukar sepi, sebentar saja?

2017

Dongeng, III

lampu berpacaran dengan asap rokok. air mineral berkisah pada larutan gula. meja kosong bekas mie aceh dilap-bersihkan oleh pelayan kafe. tisu koyak disapu basah. sedotan sendiri saja memperhatikan manusia omong kosong sekitarnya.

ramai tetapi sunyi,
sunyi rasuk dalam rusuk.

mata masuk dalam monitor. monitor muak menyuplai cahaya. cahaya fana tak pernah masuk dalam hati. hati cadas, sebegitu parah kah?

2017

Dongeng, IV

pacar marah akibat tiada kabar, seperti yang lalu, waktu terasa sangat membingungkan untuk merangkum cuaca menjadi amunisi jawaban: buat apa mengenang yang dulu-dulu juga? buat apa mengenang seseorang yang sudah lepas dari tubuhmu? buat apa, hah, buat apa?

pacar marah, padahal
setahun lagi kami menikah

setelah lama beradu mulut, kami pun lelah, jatuh sepenuh rebah: tiba-tiba datang hari nikah.

2017

Dongeng, V

saya buat puisi. puisi dongeng. puisi lucu. puisi yang terdiri dari kata-kata yang berlompatan dari kebun binatang di depan kepala saya. yang sulit diatur di dunia ini tak punya batas. sedikit saja diatur, tak segan mereka berontak. kata-kata adalah binatang liar yang tak mudah jinak, seperti kau yang berusaha menjadi gembala setelah 15 tahun berternak.

saya tulis mereka setengah mabuk; mabuk tawa di antara puluhan sendawa. mabuk serapah di antara bau bakaran sampah. mabuk nyinyir di antara tukang semir. mabuk segala-semua-seluruh.

2017

Dongeng, VI

dewasa tak punya rumusan baku seperti dhammah ciri rafa' bagi kesunyian. terlalu kaku dan formal. berlatih menjadi dewasa semata-mata hanya urusan waktu. bila kau memacu kuda seorang diri di tengah savana luas atau hutan liar penuh hewan buas, bukan berarti cap dewasa menempel di dahimu. atau bila kau bermain ke lokalisasi dengan uang sendiri dan membayar perempuan jalang paling mahal, bukan berarti logo dewasa otomatis terbordir di topimu.

dewasa adalah ketika kau memikirkan semua yang ada di luar diri dengan segala ketidakbermilikan. menjadi dewasa meluntur-lenturkan ego seorang bocah yang mengamuk dalam perut buncit kita.

2017

Tuan Waktu, Tuan

tuan waktu mengeja usia kita,
tulang ke rambut, rusuk ke mata.

: sampai akhirnya, kita menduga
esok akan tiba masanya kita pulang.

tuan waktu mengantar usia kita
sungai ke gunung, selat ke langit

: sampai akhirnya, kita mengira
esok akan tiba masanya kita jenazah.

tuan waktu bekerja atas titah
tuan kuasa dari segala tuan

2017

  • view 100