E-book Buku Puisi "Jutaan Kekanak Sunyi dalam Sebongkah Tubuh" - Imam Budiman

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Buku
dipublikasikan 19 September 2017
E-book Buku Puisi

SETELAH LIMA MENIT

setelah lima menit, kau pulang dan undur berpamit

sebelum bulan menghamburkan apapun diperanakkan

; sawo, ilalang, kijang, peperangan rajam

tetapi sepintas, lantas kita lupa bertukar madu


KARIANGAU

di ambang dermaga ini,

kau pernah berkisah tentang selatmu

yang sudah sekian lama tak ada satu pun kapal

maupun perahu yang tandas berlabuh ke lidah pantai

 

melainkan hanya kapal-kapal penarik batu bara

yang sekadar mendedah lewat

 

di tanahmu, terdengar kabar bahwa darah dan arus sungai berada

satu jalan dengan sampan nelayan-nelayan miskin

cekikik anak-anak yang berlompatan dari batang

dan ibu-ibu yang membasuh luka deritanya

                                                amis dan anyir!

LAGU PERJALANAN

 

di luar, kaca busway yang kutumpangi kian mengembun

pepohonan basah, pun dedahannya yang gelisah

lantas bisikmu: rindu kita terlalu latah

 

perjalanan kali ini, bisa saja kucuri napas hujan

tanpa rela aku berbagi kepada siapa yang menengadah

 

untuk siapa pun yang kerap masih memikirkan

untung-rugi, hati siapa yang tak bersinggungan?


SEPENGGAL EPISODE

 

semenjak itu, tak dapat lagi kuingat dengan baik

siapa namamu yang sebenarnya?

 

kau sengaja membawa kata-kata

ke dalam  asing tubuhku

 

lalu dengan kata-kata itu,

aku menemukan kesunyian

yang lebih menakutkan

dari sebuah kematian

MATA GERIMIS

 

anak katak tercenung di bawah hujan

dibiarkannya berlalu dua tiga tetes sumba

 

ia selalu ingin, selalu mencoba

menyiasati hati ibunya agar mau kembali bertelur

di musim yang bukan masa memacu belanga

 

“beri adik bermata gerimis, bu,” pintanya

tetapi si ibu terburu diterkam badai kutukan

 

 

  • view 80