Percakapan Dua Tokoh

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Puisi
dipublikasikan 11 Desember 2016
Percakapan Dua Tokoh

Percakapan Dua Tokoh
; soal penerimaan

si tokoh lelaki:

aku punya kata. dia punya harta.
aku bisa apa. kamu pilih siapa.

katamu harta adalah hal yang mutlak agar kamar tidur kita kelak ber-Ac. koleksi baju-baju baru yang sedang ngetrend. make-up kelas selebriti. makan di restoran cita rasa lidah bule. liburan asyik ke luar negeri. aku tidak mau memiliki pasangan miskin tak berpunya, katamu, menyindir.

aku miskin. tapi aku mau berusaha. bekerja. kerja keras. sekeras batang kelaminku kelak menempur liang senggamamu yang ranum terjaga. terima aku dan aku menerimamu. sekadar itu, cukup.

aku akan bahagia, menjelejah bagian terasing di setiap helai rambutmu, yang kutahu, sebatas bahu.
dan kau akan bahagia, tumbuh subur serupa jamur di kulitku.

si tokoh perempuan:

uang. untuk apa kau merisaukannya terlalu banyak? lelaki sepertimu mungkin hanya akan tergugu setiap perempuan sepertiku melenggang angkuh di sepanjang koridor mall dengan sepatu hak dan tas jinjing keluaran amrik.

itu hanya fatamorgana. harta bagiku tidak lebih dari bualan belaka. sudah terlalu kenyang aku mencecap manisnya hidup bersama ayah dan ibu.

jika kau merasa berhak atas mahkota yang akan kau hangatkan dalam malam-malam penuh peluh antara kita, maka kau harus berjanji untuk lebih dari sekadar kata. tidak perlu kaya. tapi agar anak-anak kita bisa menyapa bangku sekolah sampai tamat kuliah, dan pernah menempelkan bokongnya di bangku Starbucks, walau hanya sekali.

aku bahagia. kau hanya ragu. aroma kopi di penghujung pagi terlalu sering membuatmu limbung dan membuat kita berjarak.

Ciputat & Pamulang, 2016
[Kolaborasi Imam Budiman - Laras Sekar Seruni]

  • view 296