Tidurlah Lebih Awal, Perempuanku

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Puisi
dipublikasikan 27 November 2016
Tidurlah Lebih Awal, Perempuanku

aku bahagia manakala mengetahui kau, malam ini, akan tidur lebih awal dari biasanya. kau berkabar, bila hilang kataku seketika, maka aku lebur bersama dengkur. menakar laju almanak mimpi meski 4 cangkir kopi telah tandas hari ini. menyambung hikayat seorang putri tidur yang belum tuntas dipentaskan kemarin, 18 jam lalu, di panggung jarak.

"aku lelah menghisab sekian gerak, menampung bertandon-tandon peluh, meniti jembatan terik dari pagi hingga petang," katamu sembari merebahkan berkubik-kubik sepi.

lelap saja tanpa kendali dan acuh tanpa peduli dengan dunia sekitar yang semakin hari semakin sulit dan kacau. tak pernah bosan kuhidangkan dunia kita dengan kepesimisan. walau katamu, tak baik menghadapi segala hal dengan hati sempit juga wajah merengut.

mari kita berpisah pada batas akhir kata ini.

arungi mimpimu yang penuh belantara.
aku yang merajut manik-mata doa,
di balik geladak kopi yang entah
sampai cangkir ke berapa.

Ciputat, 2016

  • view 314