Menjaga Damai Negeri Padang Kenari

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Puisi
dipublikasikan 12 Oktober 2016
Menjaga Damai Negeri Padang Kenari

Seribu pulau dihelat pesisir surgawi yang saling bergandeng satu sama lain ini lambat laun tak ubahnya serupa culan kuning yang jatuh satu-satu, limbung diterabas angin simbubu, dihantam cuaca yang mengangkat bau bangkai-bangkai ikan yang mati diracun; tak lain sebab penghuninya terlibat fanatisme abadi antar kelompok. Lelaku angin yang bertikai menghadang kembara api dari langit kian menaruh iba. Alangkah letih kami menahan payah, ujarnya. Tetapi di bawah sana, mereka tak pernah usai menakut-nakuti mereka yang ingin mencipta damai.

Negeri padang kenari yang terdiri dari berbagai suku dan agama ini akan runtuh jika orang-orangnya hanya paham bermolek dengan atribut keagamaan –jubah-jubah besar, tasbih-tasbih segenggam lontar, jual-beli ayat dan kalam nabi, tapi justru lupa bagaimana cara beragama itu sendiri yang hakiki. Tak diperkenalkan oleh ajaran manapun; Islam atau Kristen atau Hindu atau Budha atau Konghucu –untuk saling menghasut saling seteru di tengah-tengah upaya prinsip kebhinekaan untuk merajut satu jalan sehalu mencapai keseragaman dalam corak yang bervarian.

Kekerasan membabi buta dan tanpa dasar yang dapat dicerna logika
adalah tindakan mereka yang secara terang-terangan meludahi agama!
—bahkan penyembah pohon yang tak bersalah namun sering dimaki-maki pun
diajarkan bagaimana cara menghargai kemanusiaan

Ciputat, 2016

  • view 121