Jutaan Kekanak Sunyi dalam Sebongkah Tubuh

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Puisi
dipublikasikan 15 September 2016
Jutaan Kekanak Sunyi dalam Sebongkah Tubuh

Jutaan Kekanak Sunyi dalam Sebongkah Tubuh

bertangkai-tangkai sunyi dari pohon tak bernyawa pernah mengaku-aku sebagai bayi yang tanpa tedeng aling-aling ingin menyusu pada airmatamu yang sebetulnya, bagiku yang buta hidup, tak dapat disebut airmata. airmata cadas darah, bukan airmata yang semata-mata menegakkan layu lampah.

sekejap jutaan ribu sunyi yang tersesat itu melesak dalam setiap pori-pori, tigaratus enam puluh tujuh diantaranya, memaksa masuk dari lubang kemaluan si tuan malang.

sunyi pertama lesak membelit rusuk-rusuk, menekannya satu-dua-tiga, mencapai oktaf gemeletuk paling terkutuk. sunyi kedua segera memanjat batang paha, ada celah yang sungguh durja, entah milik siapa. sunyi ketiga menjelmakan diri menjadi salah seribu urat yang bersitumpuk di tengkuk, beradu kayuh menyelipkan darah ke sekujur dahan-dahan manusia, berlarian tak kenal angin. sunyi keempat mengasah batu pisau di kuku-kuku, menajamkan bau besi karat, demi menyemayamkan satu tusukan yang kelak membuat nyeri berlipat-lipat di lambung ayam. sedang beribu juta sunyi lain tak lagi dapat dibendung laku makinya dengan bertelur semau-maunya di bulu-bulu embus hidung dan lubang kedap telinga dan helai semak rambut dan tetes arus liur dan lekat palung pusar.

kini tubuhku seutuhnya sunyi, demi menyatu dengan tubuh-Mu.

Ciputat, 2016

  • view 213