Sepotong Tahu di Sebuah Angkringan

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Agustus 2016
Sepotong Tahu di Sebuah Angkringan

Sepotong Tahu di Sebuah Angkringan

            ; di suatu malam minggu

--tahu

aku tahu sebagai kata benda kata kebermilikan kata hambar. sepotong kudapan yang disandera paksa untuk kaum perut kosong bersama kawan-kawan lain di bawah temaram kuning ini. tahu yang tak suka ramai pun hiruk pun makna pun puisi. aku tak ingin dikira sebagai tahu yang berfungsi sebagai kata kerja. meski nama kami sama, sama sekali aku tak suka dibanding-bandingkan, disetara-setarakan, dimirip-miripkan, sebab tak kuelak bahwa aku benci tingkahnya yang tengil itu.

“sok tahu kamu!” itu pasti bukan aku. itu pasti dia, tahu si kata kerja. tahu yang taik sekali tingkahnya.

sudahlah. biar aku tahu dan ia juga tahu. jika berahi laparmu berontak, datanglah [dengan tanpa ngaceng] pada tubuhku. jika kau ingin mulutmu tak berhenti berceramah atau memaki-maki, datanglah pada tumit angkuhnya.

jangan sesekali panggil aku tahu yang dipinang-tuhankan di ranah akademik. tahu yang mengendap dan dianggap Tuhan di dalam kepala. jangan samakan sepotong aku dengan sebaris badannya meski status sosialku dianggap sebelah mata; tak semenjulang ia. sekali lagi, jangan sangkut pautkan aku padanya. biar aku tahu dan ia tahu yang selama ini sama-sama saling tak tahu-menahu.

 

Ciputat, 2016

  • view 162