Perempuan Setenang Gemericik Danau Kwari

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Puisi
dipublikasikan 13 Agustus 2016
Perempuan Setenang Gemericik Danau Kwari

Perempuan Setenang Gemericik Danau Kwari

 

anak-anak angin menyapu pagi yang belum seutuhnya tergenapi cahaya

membawa tubuh ke arah terjal berbatu, menyanyikan lagu kaum gembala

“di sinilah, di kampung inilah, rumah kami didirikan dengan apik,

 demi merawat kenangan masa kecil hingga kelak beranak-cucu.”

 

aku menciptakan seorang perempuan di dalam kepalaku,

rambutnya tergerai sepinggang, sesekali ia kukenang

kami duduk berdampingan, menyilang tangan

 

seorang perempuan menyimpan berkolam-kolam puisi di matanya

meski ia tak pernah mengukur jarak kata, barang sebait pun

 

seorang perempuan yang mengalihkan segala yang nyata menjadi

imaji tak terkendali oleh keinginan untuk memiliki-mengasihi

 

seorang perempuan yang membuat lelap-letih setengah terusik

sebab wajahnya memelihara ribuan kekunang di satu waktu

 

tetapi demi menggapainya, tanganku terlanjur fana

membiarkan tubuhnya memburai pada suatu pagi

bersama jejak embun di tepi danau kwari

 

Tegal Lega, 2016


  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    1 tahun yang lalu.
    Catatan redaksi:

    Sesuai judulnya, puisi ini ?tenang? walau pun dalam hati si penulis ia memendam gelora kagum terhadap wanita yang ia sukai. Perasaan jatuh cinta, yang biasanya identik dengan letupan, rindu yang tak terperi, dituangkan dalam puisi singkat nan indah. Betapa emosi yang normalnya naik turun yang mengiringi orang jatuh hati justru di dalam puisi ini tertangkap nyaman dan damai. Magnet wanita yang justru dengan sifat kalemnya berhasil membuat si pria takluk. Si penulis pas sekali menuangkan imajinasi pujaan hatinya melalui pilihan kata, yang puitis tapi tidak berlebihan. Karakter teduh wanita itu tertulis sangat apik. Sungguh sayang di akhir bait ia memilih melepaskannya pergi.

    • Lihat 1 Respon

  • Fahmi Nur Ibrahim
    Fahmi Nur Ibrahim
    1 tahun yang lalu.
    Ada indikasi penulis sedang rindu seseorang pujaan hatinya..he