Enam Sajak Imam Budiman - Lampung Pos, Minggu, 2 Agustus 2015.

imam budiman
Karya imam budiman Kategori Puisi
dipublikasikan 02 Agustus 2016
Enam Sajak Imam Budiman - Lampung Pos, Minggu, 2 Agustus 2015.

 

Janin Mentimun

 

dua janin puisi lahir dari sebuah mentimun yang baru saja berbuah

di pekarangan rumah seorang janda yang telah lama ditinggal mati suaminya

dipetiknya, ternyata mereka pasangan tabung, lelaki dan perempuan

dunia ini adalah tempat penuh kenistaan-kenistaan,

betapa indah mata kedua bayi

 

adalah curam jurang dosa, maka berhindar, Nak

adalah lekuk langkah kebaikan, maka kerjakan, Nak

jangan menjadi picisan oleh rayu-rayu kata menelanjangi!

 

2015

 

Kepak Kupu-Kupu di Suatu Pagi

 

pernah suatu pagi udara mendadak menjadi sekabar kabut yang turun

perlahan lalu seperti membanjiri ruang dan setiap pojok gang-gang kecil

kupu-kupu hanya mengepak sesekali; ia meraba-raba

lantas bertanya: anak siapa itu yang mengejek dalam kebutaan ini?

kemudian ia bergerak pelan-pelan, ke kelopak sedap malam taman kota

hingga tak dapat dihindari olehnya nyawa yang beterbangan, untuk pagi itu

 

2015

 

Perihal Sabda Bunga

 

di sebuah persinggahan halte ia ingin sekali menumpahkan sesalnya pada

debu, kerikil dan apa saja yang dilaluinya, termasuk bak sampah berwajah punah

ia berjalan cepat, menahan cekat yang mencekik apa yang baru saja terjadi

lalu ia berhenti pada sederetan kursi,

- di sebelahnya melamun seorang nenek bangka -

katanya; perihal hati siapa yang tahu, kini cinta, esok belumlah tentu

kau terlalu kekanakkan, elok kau hafal sabda bunga yang menguning tua

malam punai, airmata jatuh berina-rinai;

urusan hati tak semudah cermin dibagi dua, lirihnya

 

2015

 

Dalam Khayal Suara

 

siapa yang tahu bahwa ada yang bergerak tanpa suara

kedap sunyi dengan tangis yang menjadi-jadi

 

yang diam-diam menjadikan catatan seberkas cerita hidup

yang berpura-pura tidak perduli dengan hasutan anyelir

yang mengira-ngirakan hari ada kini lahir di padang sukma

 

kita selalu mengatakan: seandainya atau juga kalau pun

 

2015

 

Dua Batang Ilalang

 

kedengarannya akrab, dua batang ilalang yang saling bersahut-sahut

dengan bahasa yang tidak siapa pun dapat memahaminya selain mereka berdua

rupanya, kuperdapati dari seorang pengembara yang bercerita padaku

mereka berdua telah lama bersahabat sejak kecil:

 

saat musim kemarau bertandang;

mereka biasa menangkap capung dan belalang bersama-sama

 

saat musim penghujan panjang tiba;

mereka biasa menyanyikan senandung bertabuh rintik yang serba

bergantian jatuh ke tanah dan membentuk irama

 

lantas kubiarkan saja mereka bercumbu dalam harmoni senjakala

 

2015

 

Kampung Halaman

 

sesaat kala sampan belum sampai kita labuh ke handil

kita artikan setiap deru anak-anak angin perkampungan ini

 

mengartikan sekian perjalanan dari jalan-jalan coklat setapak

pucuk pandang, gunung meratus menghamba-ngemis langit

 

itik-itik berbaris ke kandang, melepas waktu yang kurang

tetapi si jinak nampak tak sependapat pada bayangnya sendiri

ada yang sedemikian rupa di dalam kolam; wajah ibu

 

2015

 

  • view 224