Hati Yang Bersinar

Imam Nugroho
Karya Imam Nugroho Kategori Inspiratif
dipublikasikan 23 Februari 2016
Hati Yang Bersinar

Suatu hari di sebuah desa kecil, ada seorang yang bernama Saekhun. Dia terkenal sangat nyentrik dan unik. Saekhun adalah seorang penjahit terkenal di desanya tersebut. Hari itu, ia berperilaku aneh. Bagaimana tidak, seharian dia mencari sesuatu di halaman rumahnya. Sampai suatu saat, datang tetangganya dan bertanya, ?Sedang apa kau Saekhun??

Saekhun menjawab, ?Sedang mencari jarum.?

Sore harinya, tetangganya itu melewati rumah Saekhun lagi, dan masih mendapati ia tetap melakukan kegiatan yang sama, mencari jarum di halaman rumah. ?Saekhun, kau masih mencari jarummu yang hilang itu??

?Iya, belum ketemu neeh.?

?Sebenarnya pas terakhir kamu pegang, disebelah mana (kemungkinan) jatuhnya??

?Jatuhnya di dalam rumah.?

?Apa? Di dalam rumah? Terus mengapa kamu mencarinya di luar??
?Karena di luar terang, dan di dalam gelap.?

Disadari atau tidak, kadang kita berperilaku seperti Saekhun, mencari kebahagiaan, ketenangan, kesuksesan, kekayaan, dan keseimbangan hidup di luar hatinya (dirinya) sendiri. Sering kita melihat, sesuatu yang ada di luar diri kita itu terkesan mewah, berkilau. Padahal, kilau dan kemewahan itu sifatnya sementara. Dan sesungguhnya, kemewahan dan kilauan yang hakiki itu ada dalam diri kita, hati kita.

Kisah Saekhun di atas belum selesai. Setelah dia masuk ke dalam rumah dan menyalakan lentera, ternyata jarum itu tepat berada dimana ia berdiri. Artinya, kebahagiaan, ketenangan, kekuseksan, dan kekayaan itu, sudah ada begitu dekat dengan diri ini, dengan hati ini, setelah kita nyalakan lentara hati yang mungkin sudah terlalu lama dibiarkan padam begitu saja.

Kalau begitu, mengapa kadang, dalam menyikapi persoalan hidup, seoalah tidak ada titik temunya? Mungkin salah satu penyebabnya adalah di dalam hati kita sangat gelap. Tapi, bagaimana agar hati ini bercahaya terus? Pertanyaan yang sangat penting. Jawabannya adalah jangan biarkan hati dan diri ini menjauh dari Yang Maha Bersinar (nuurun ?ala nuurin), Yang Maha Benar, Yang Maha Menentramkan, itulah Allah SWT. Manusia yang dekat dengan-Nya akan mendapatkan kemudahan dalam menemukan kebahagiaan, ketenangan, kesuksesan, kekayaan, dan keseimbangan hidup. Karena Dia telah memberikan cahaya hikmah kedalam hati manusia yang senantiasa mendekati-Nya.

Seberapa seringkah kita mendekat kepada-Nya?

?

Salam,

Imam

  • view 378