“Ayah cari aku, ayah cari aku….”

Imam Nugroho
Karya Imam Nugroho Kategori Inspiratif
dipublikasikan 11 Agustus 2017
“Ayah cari aku, ayah cari aku….”

“Ayah cari aku, ayah cari aku….”

Begitu kebiasaan Zyra saat ini, jika saya baru tiba di rumah. Baik sehabis pulang kerja, pulang dari masjid, atau pulang dari mana-pun, selalu bersembunyi, dan meminta saya untuk mencarinya. Dan tentunya, akan sangat meudah menemukannya, karena ia berteriak.

“Ayah kok tau Zyra ada disini…”

“Ya tau lah, kan Zyra teriak… hehe…”

Selalu, dan selalu seperti itu. Membosankan? Tidak! Karena hal itu secara filosofis, saya sebagai ayah, harus selalu menemukan anaknya, apakah ia ada di rumah atau tidak, sebakda bepergian dari luar. Saya sebagai ayah, harus bisa memastikan anak-anaknya ada di rumah, bukan sedang main di luaran, apalagi tanpa berita apapun. Selain itu, dengan aktivitas tersebut, terjalin sebuah komunikasi yang hangat, bersahabat.

**

Mengutip dari artikel yang di tulis di www.salimah.co.id, ayah adalah bagian yang tak terpisahkan dalam keluarga. Keluarga bukan hanya urusan para Ibu, sementara urusan Ayah adalah mencari nafkah. Pembagian peran yang kaku antara Ayah dan Ibu tidak memadai dan bukan zamannya lagi. Baik Ayah maupun Ibu, semuanya menjalani peran-multi di dalam keluarga.

Ada 4 peran Ayah di dalam keluarga sebagaimana yang dinyatakan oleh Najeela Shihab. Peran itu adalah:

Player (teman bermain)

Sebagai player, Ayah menjadi teman bermain bagi anak-anaknya. Permainan membuat anak merasa nyaman dan menjadi sarana membangun ikatan. Semakin sering Ayah bermain dengan anak, biasanya semakin berkualitas mental anak.

Teacher (sebagai pendidik dan pengasuh)

Seorang ayah yang baik juga harus bisa berperan sebagai guru. Guru itu berarti sumber pengetahuan bagi anak. Peran penting Ayah sebagai guru bukan hanya untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga untuk memelihara rasa keingintahuan anak.

Bidang-bidang yang biasanya dikuasai Ayah dan lebih baik dari Ibu adalah pelajaran ABCD (Ally/sekutu, Boundaries/batas, Challenge/tantangan, Dreams/mimpi).

Protector (pelindung)

Setiap Ayah pasti memiliki naluri untuk melindungi anaknya sejak lahir. Tapi fungsi Ayah sebagai pelindung bukan hanya itu. Justru, yang terpenting adalah mengajarkan anak-anak untuk melindungi dirinya sendiri karena orangtua tak mungkin bersama mereka setiap waktu.

Sebagai pelindung, Ayah perlu menjadi Spy, dalam arti berusaha mengenali dunia anak: mengetahui apa kesukaannya, apa yang dibencinya, teman-teman dekatnya, dan dunia yang ditekuni anak. Semakin Ayah mengetahui dunia anak, semakin mudah menjalin komunikasi dan koneksi dengan mereka. Sebaliknya, semakin Ayah tak mengetahui dan asing dengan dunia yang sedang disenangi anak, semakin jauh hubungan Ayah-Anak.

Partner (mitra)

Sebagai partner, fungsi Ayah bukanlah mendukung Ibu dalam pengasuhan anak, tetapi equal partner. Artinya, Ayah memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dengan Ibu.

Sebagai partner, Ayah tidak boleh hanya berharap dan bergantung pada Ibu, tetapi juga terlibat aktif. Ayah juga memiliki hak untuk bermain bersama anak, tak hanya berfungsi sebagai “bad cop” untuk menakut-nakuti anak.

**

Ah, serasa sebenarnya masih jauh dari ke-ideal-an seorang ayah. Namun saya akan selalu berusaha. Maka, justru ketika pulang setiba di rumah, tanpa ada teriakan dari Zyra, saya merasa hampa. Dimana anakku?

 

Imam Nugroho

  • view 29