Putih, taman, interaksi

ilma illiyyin
Karya ilma illiyyin Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 Maret 2016
Putih, taman, interaksi


Ditengah riuhnya suasana kelas yang sangat ramai. Ada sosok gadis bercadar yang tampak bingung, dihadapannya terdapat beberapa kertas putih yang berantakan. Beberapa kali kudapatkan wajahnya mengerutkan dahi tanda berfikir keras, teman di sekelilingnya seakan acuh tak acuh. Gadis di sebelah kanannya lebih asyik mengobrol dengan teman sebangkunya, begitupun beberapa temannya yang lain. Lebih asyik mengutak-atik HP.
15 menit berselang, dukturoh akhlaq tak juga kunjung datang, beberapa penduduk kelas mulai gelisah di tempat duduknya, ada yang memutuskan untuk keluar ruangan kelas, tidur, atau hanya mendengarkan lagu. Suasan kelas yang didominasi warna putih pucat semakin riuh oleh bisingnya para pelajar, maklum mesir sedang memasuki awal musim panas , kipas angin mulai berputar pada porosnya, pelan tapi pasti, menebarkan hawa sejuk kepada yang membutuhkan. Akan tetapi, gadis bercadar tersebut masih terdiam. Kertas putih dihadapannya masih saja kosong, terlihat beberapa peralatan menggambar berserakan di mejanya.
Brak. Ia menghentakkan tangannya keatas meja, ku beranikan diriku menyapa, ? halo, aku memperhatikanmu semenjak beberapa saat yang lalu, sebenarnya apa yang terjadi? ? gadis tersebut terkejut, tak menyadari bila ada yang memperhatikannya. Ia tergagap menjawab, ? aku sedang membutuhkan ide. Pekan depan deadline skecth ku, tetapi sampai sekarang aku belum menemukan idenya. Otakku suntuk. ? aku tersenyum, dimaklumi. Bahwa ide memang susah dicari, sama seperti para perancang baju, mereka harus memiliki model bayangan agar terlahir mode baju yang modis. ? kalau boleh tau, tentang apakah tema inti skecth mu itu, mungkin aku bisa membantu ?
? eh, benarkah? Tidak, tidak perlu repot-repot membantuku. Aku bisa menyelesaikannya sendiri. ? tolaknya halus. Aku tertawa ? kenapa kalian begitu repot-repot mujamalah wahai ahlaal misr? Sudah, aku bersedia membantu ide, bukan mengerjakan. Karena bukan skill aku menggambar, toh dukturoh juga belum datang, katakan padaku ? , ? baiklah, tema besarku harus mengandung unsur putih, taman dan interaksi ? . Giliran aku yang terdiam, pantas dia tampak kesusahan mencari ide. Aku saja bingung, ku putar otakku, rekaman-rekaman aktivitasku selama sepekan kebelakang, siapa tau aku bisa menemukan ide didalamnya. Tak jarang, ketika aku sedang stuck ide aku suka membuka file-file lama di dalam komputer otakku. Mencoba mengambil sesuatu yang menarik.
? bagaimana, apakah kamu punya ide ya asilah? ? tanyanya membuyarkan lamunanku. ? mmm.. Ini tema yang lumayan yaa, bagaimana kalau kau menggambar sosok wanita yang sedang sholat menggunakan imamah berwarna putih di tengah-tengah taman. Sebagai bentuk dari interaksi hamba kepada yang Maha pencipta, filosofinya adalah, ?? ????? ?? ?????? tidak ada batasan tempat untuk berinteraksi kepada yang maha kuasa, karena pada dasarnya seluruh bumi adalah tempat sujud, tempat beribadah. Pun, kenapa harus putih? Ini mungkin lebih karena adat masyarakat. Di Indonesia, imamah atau mukena merupakan salah satu perangkat sholat bagi wanita, dan kebanyakan warnanya adalah putih. Karena putih melambangkan suci, murni. Implementasi dari pemahaman bahwa beribadah kepada yang Maha Esa haruslah dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil. Niatnya pun harus murni, tanpa ada riya didalamnya. Bagaimana? ?
? oh ya, kenalkan, namaku asma, aku wafidat, min andunisiy ? lanjutku memperkenalkan diri. ? ahlan biki fil misr ya asma, namaku Sara ? jawabnya seraya memelukku erat. Beginilah interaksi antara penduduk asli ummu dunya dengan para pendatangnya, mereka sangat hangat dan tak segan untuk memeluk erat sesamanya, tak hanya perempuan. Begitupun laki-laki.
? ide kamu bagus sekali asma, ???? ???? ????! pekiknya bahagia.aku semenjak tadi tak dapat berfikir, yang ada difikiranku adalah pesta pernikahan yang meriah ditengah-tengah taman bunga yang luas, yang mana dresscodenya adalah warna putih. Tetapi ketika ditanya filosofinya, aku tak bisa menggambarkannya lebih jauh lagi. Pun unsur interaksinya tak ada, aku hanya mengambil sudut pandang meriah sebagai deskripsi dari pengertian interaksi. Aku akan memakai idemu untuk ide sketchku, ????? ????? terima kasih banyak ? ujarnya bahagia. Aku tersenyum, dalam hatiku, ide Sara bagus, hanya saja memang kurang menarik filosofinya, ? ?? ???? ??? ?????? , sesama muslim sudah sepantasnya saling membantu. Aku senang kamu memakai ideku, semoga berhasil ya, Robbunayusahhil ?
Obrolan kami pun berlanjut ke hal-hal yang lain, seperti kebudayaan wanita-wanita mesir yang sangat suka dandan dan merawat diri dan hal-hal yang menarik lainnya.
Itulah, kalau sudah berada diluar negri, sekolah sudah jauh dari Ibu pertiwi, jangan hanya diam tanpa berinteraksi dengan sekeliling. Pelajaran akademik didapat melalui bangku kuliah, pelajaran sosial didapat melalui interaksi. Jangan sampai kertas putih yang dibawa dari Indonesia masih tetap kosong, tanpa ada bekas coretan maupun tulisan diatasnya. Alangkah lebih baiknya, kertas putih tersebut di gambar taman, entah taman bunga atau taman buah. Tanda bermanfaat.

  • view 135