Digelangi Rindu Part 1

Iky Adrilianto
Karya Iky Adrilianto Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Agustus 2017
Digelangi Rindu Part 1

Aku punya kisah yang ingin sekali aku ceritakan kepadamu. Dalam hidup ini ada yang muncul dan ada yang hilang, ada yang datang dan ada yang pergi. Kali ini aku ingin bercerita tentang mereka yang sudah mau datang, namun kemudian pergi. Kisah ini berawal pada 7 tahun yang lalu, saat aku baru saja mengambil SKHUN sementara di SD Inti Negeri Sukasari, setelah pengumuman kelulusan, sepulang dari sekolah aku singgah di MTs Al-Muqammah untuk mendaftar. Sebelum sampai dirumah, aku bertemu dengan seseorang. Dia di titipkan kepada kakek dan neneknya, untuk melanjutkan sekolahnya di SMPN 1 Sikan. Rumah neneknya bersebelahan dengan rumah nenekku tak jauh dari rumahku. Dia adalah Haris. Sebenarnya dia sepupuku. Kakek kami bersaudara. Meski kami sepupuan, awalnya kami tidak begitu dekat. Kami beda sekolah, tapi hampir setiap hari aku bertemu dengannya, saat aku berjalan kaki menuju sekolah, aku melihatnya duduk ditepi jalan menunggu bus sekolah, dia lambaikan tangannya menyapaku, hingga akhirnya kami menjadi akrab. Dari kecil aku memang tidak punya teman bermain, aku orangnya sangat pemalu. Sejak ada dia aku merasa jadi punya teman. Kami sering menghabiskan waktu berdua. Berbagi cerita, bahkan yang sangat pribadi sekalipun. Bahkan kepada kekasihku saja, aku jarang menceritakan semua masalahku. Sahabat memang jauh lebih berharga dari pada kekasih. Waktu terus berputar, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun. Aku semakin akrab dengannya. Hingga suatu hari untuk pertama kalinya dia menginap di rumahku. Mulai saat itu dia selalu datang kerumahku sehabis magrib dan sering menginap. Dia sering memintaku untuk mengajarinya. Kami belajar hingga larut malam. Sejak kehadirannya hidupku berubah. Jadi lebih berwarna, aku menjadi lebih terbuka dan tidak malu lagi tampil di hadapan publik. Kami selalu bersama dalam setiap situasi. Aku sering bercerita padanya, begitupun dia. Canda tawa bersama, sedih bersama. Kini aku punya tempat untuk melepaskan semua bebas dalam hatiku. Dia selalu mecarikan jalan keluar untuk setiap masalahku. Dia sudah aku anggap seperti kakak kandungku sendiri yang selalu mengayomiku disaat aku membutuhkannya. Tapi baginya aku adalah guru lesnya, meski aku tak lebih pintar darinya, setiap ada pekerjaan rumah, dia selalu mencariku dan memintaku mengajarinya. Terkadang aku usil, dan mengajarinya yang salah, tapi kemudian aku membenarkannya. Aku suka melihat wajahnya yang terlihat bingung, sambil sesekali menggigit penanya atau menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Aku sering menemaninya menjaga kebun, sambil belajar bersama. Tak jarang juga neneknya menyuruhku untuk membawakan makan siang untuknya. Capek belajar, kami makan siang bersama. Setelah itu berendam disungai untuk menyegarkan diri. Kami sering membahas hal-hal yang tidak penting menjadi penting, hanya demi menciptakan tawa diantara kami. Menceritakan kejadian lucu saat-saat dia pacaran, dan sudah putus nyambung tiga kali, tapi aku tidak. Bukan karena aku tidak punya pacar, tapi karena kisah cintaku tak bagus untuk diceritakan. Keakraban kami diketahui semua orang. Bahkan saat aku jalan sendirian. Orang akan bertanya kemana sahabatku itu, kenapa aku tidak bersamanya. Aku hanya bisa senyum menjawab pertanyaan seperti itu. Aku tahu mereka cuma bercanda. Toh kami kan punya kesibukan masing-masing, meski kami sering terlihat bersama. Kami jga perlu waktu untuk sendiri. Tiga tahun berlalu, kami melanjutkan ke SMA yang berbeda. Sejak saat itu kami berpisah, aku sekolah di luar kota, selama tiga bulan. Aku memutuskan untuk pindah, kembali pulang. Aku pindah di SMANSA Gumer. Letaknya cukup jauh dari rumah. Setahun kemudian, aku mulai disibukkan dengan urusan sekolah yang padat, sehingga aku terpaksa tinggal bersama saudara yang kebetulan anaknya satu kelas denganku. Akibatnya, aku tak lagi pernah bertemu dengannya. Hanya di hari Minggu aku bisa pulang ke rumah. Itupun belum tentu bisa bertemu dengannya. #Bersambung....

  • view 50