Kamu

ikrima gufron
Karya ikrima gufron Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 November 2016
Kamu

Teranyar melihat kabar keberhasilannya dan rekan-rekannya di media online dalam memulai usaha, masih menyisakan kekagumanku padanya tentang kegigihannya setiap kali menghadapi jatuh bangun dalam merintis usaha. Melihat fotonya di media online lokal, seperti membawaku kembali kepada kisah yang berakhir 8 tahun silam. Sosoknya yang tak berubah. Masih seperti dia yang pernah ku kenal. dulu. meski mungkin dia tak lagi mengenaliku manakala jumpaiku kembali. entah kapan. 

Bobot badanku saja sudah bertambah berkali lipat sejak mengandung seorang putri tiga tahun lalu meski sempat turun beberapa kilogram setelah melahirkan dan penurunannya terhenti sampai sekarang. Bagaimana keadaannya sekarang. aku tak tahu persis. seseorang yang dulu pernah membuat mimpi menjadi nyata dan pula yang membuat segala yang nyata hanya jadi sebuah mimpi. kabar terakhir yang ku tahu dia tinggal dan berbahagia bersama keluarga kecilnya di negeri kanguru sana. tapi mengetahui dia kembali beredar di kota kelahirannya, membuatku galau. aneh memang. padahal dia mungkin tak peduli dengan segala kegalauanku dan kepedulianku tentangnya.

Euforianya terbawa hingga beberapa hari. bahkan menjadi alasan untuk melampiaskan kesalku pada suami tercinta ketika sedikit saja dia berlaku yang tak ku suka. padahal hanya sedikit. hal yang biasa dalam rumah tangga. tapi aku buat jadi tak biasa hanya karena euforia itu masih terasa.

Namun kemudian terhenti. hilang. tak ada lagi euforia itu. manakala suara merdu nan indah menyapa merasuk ditelingaku. "mama... " padahal sejak aku tiba di rumah, ia tak henti-hentinya mengikutiku ke setiap sudut  ruang yang ku lalui. namun aku masih asyik dengan lamunanku sendiri. dengan segala kenangan yang pernah terlalui yang berakhir pada 8 tahun silam. hingga aku lupa memberikan pelukan terbaikku setiap kali aku tiba di rumah. tatapan mata anak kecil ini membuatku terpesona. tak ada yang lebih mempesona selain tatapan itu. hingga kenangan terindah yang pernah kurasakan yang berakhir pada 8 tahun silampun  tak dapat menandinginya.

Bahwa... inilah cinta yang kupunya saat ini.  yang nyata.

Cinta yang bukan sekedar sebuah rasa. tapi ada pengorbanan di dalamnya.

Dia yang berlalu pernah punya itu. hanya saja, dia menyerah. Menghentikan langkah.

Cinta yang kupunya saat ini, berani berjalan bahkan berlari mengejar mimpi bersamaku.  mengorbankan segala ego, hasrat, jiwa raga, materi, imateri dsb. 

yaa... kamulah yang mencintaiku, selalu dan hingga kini.  

 

  • view 148