Hama Gudang Pada Beras

Ikhyari Fatati Noryana
Karya Ikhyari Fatati Noryana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Juni 2017
Hama Gudang Pada Beras

Beras merupakan salah satu serealia paling penting di dunia untuk konsumsi manusia tak terkecuali bagi masyarakat Indonesia. Komoditas ini memiliki peranan yang sangat penting karena merupakan sumber utama karbohidrat yang bermanfaat guna menghasilkan energi bagi manusia. Oleh karena kebutuhan beras ini harus dijaga pemenuhannya.

 Pemenuhan kebutuhan pangan nasional beras hendaknya perlu diimbangi dengan penanganan pasca panen yang baik. Penyimpanan merupakan salah satu penanganan pascapanen yang sangat penting. Di Indonesia sendiri terdapat sebuah lembaga khusus yang mengatur masalah penyimpanan dan juga penyaluran beras, yaitu Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog). Perum Bulog adalah sebuah lembaga pangan di Indonesia yang mengatur tata niaga beras. Untuk menjaga kualitas dan kuantitas beras tersebut, faktor gudang sebagai tempat penyimpanan mempunyai peranan yang penting.  Dalam masa penyimpanan ini perubahan atau kerusakan pada beras sering timbul. Kerusakan beras di tingkat penyimpanan umumnya disebabkan oleh serangan hama-hama gudang, seperti serangga, tungau, tikus, burung, dan juga kapang. Beras yang diserang  oleh hama gudang akan merugikan kualitas maupun kuantitas beras tersebut

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ada hama gudang yang kerap menyerang gudang penyimpanan beras. Pitaloka et al (2012) menyatakan bahwa Di Gudang Bulog 103 Demak sendiri kebanyakan hama gudang yang menyerang adalah jenis serangga. Serangga hama gudang yang ditemukan adalah Sitophilus oryzae, Tribolium castaneum dan Rhyzopertha dominica.

S.oryzae dikenal sebagai rice weevil  atau kumbang bubuk beras. hama tersebut merupakan hama primer dan juga internal feeder karena menyerang butir beras yang  utuh. Selain itu juga terdapat hama T.castaneum yang dikenal sebagai The Rust Red Flour Beetle atau (kumbang tepung). Hama tersebut Termasuk hama sekunder dan juga eksternal feederkarena hanya mampu menyerang butir beras yang sebelumnya telah rusak . Hama lain yang menyerang adalah R.dominica yang ikenal sebagai  Lesser Grain Borer atau kumbang bubuk gabah. Hama tersebut Termasuk hama primer dan juga internal feeder

Penelitian yang dilaksanakan di  lokasi Gudang Bulog 103 Demak tersebut termasuk dalam kategori kelas berat, karena rata-rata imago yang hidup dan ditemukan pada sampel per kilogram adalah 7 ekor imago (kategori serangan berat per kilogram beras adalah 6-10 ekor). Hal ini dikarenakan tingkat populasi serangga hama yang tinggi dan beragam akan berakibat pada beratnya tingkat serangan dan tingginya kerusakan beras. Iklim mikro yang berperan terhadap keberadaan serangga hama gudang pada tempat penyimpanan diantaranya suhu, kelembaban, cahaya dan juga aerasi gudang.

Penelitan lain dikemukakan oleh wiranata et al (2013) di Gudang Beras Perum Bulog Pecoro II,Jember. Populasi yang tinggi pada gudang gabah adalah Rhyzopertha dominica , Liposcelis spp., Cryptolestes sp. Tingginya populasi serangga ini diakibatkan karena kondisi gudang yang penuh sehingga menyebabkan kelembabannya tinggi

Dalam mengendalikan populasi hama gudang, ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan cara Fumigasi . Fumigasi merupakan pemberantasan serangga hama gudang dengan cara pemberian gas yang dilepaskan oleh bahan-bahan kimia tertentu yang sesuai dengan dosis yang dibutuhkan. Dengan fumigasi serangga hama gudang yang berada di dalam gudang dan di dalam butiran biji-bijian diharapkan dapat terbunuh. Selain dengan menggunakan bahan-baha kimia yang biasa dijual di pasaran, Fumigasi juga bisa menggunakan bahan-bahan alami yang lebih ramah lingkungan misalnya jeruk nipis dan batang serai. Kedua bahan tersebut memiliki aroma yang khas dan kandungan senyawa yang dapat mematikan serangga gudang , fungi dan juga bakteri (Oktavia, 2013)

Selain dengan sistem penyimpanan seperti pengaturan iklim, kelembaban dan aerasi dengan  baik, Usaha perawatan seperti Fumigasi ternyata berpengaruh terhadap penurunan jenis dan populasi hama gudang di beras

Sumber :

Wiranata, Roza Anugraha; Toto Himawan Dan  Ludji Pantja Astuti. Identifikasi Arthropoda Hama Dan Musuh Alami Pada Gudang Beras Perum Bulog Dan Gudang Gabah Mitra Kerja Di Kabupaten Jember. Jurnal Hpt Volume 1 Nomor 2 Juni 2013

 

 Pitaloka, Adelia Luhjingga; Ludfi Santoso Dan Rully Rahadian. 2012. Gambaran Beberapa Faktor Fisik Penyimpanan Beras, Identifikasi Dan Upaya Pengendalian Serangga Hama Gudang (Studi Di Gudang Bulog 103 Demak Sub Dolog Wilayah I Semarang). Jurnal Kesehatan Masyarakat, Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, Halaman 218 – 217

 

Oktavia, Nita. 2013. Pemanfaatan Daun Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia) Dan Batang Serai (Andropogon Nardus L) Untuk Insektisida Alami Pembasmi Kutu Beras (Sitophilus Oryzae). Naskah Publikasi Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

  • view 314