Dirimu Lebih Dari Sekadar Tanaman , Terimakasih Telah Sempat Menjadi Teman

Ikhyari Fatati Noryana
Karya Ikhyari Fatati Noryana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Agustus 2016
Dirimu Lebih Dari Sekadar Tanaman  , Terimakasih Telah Sempat Menjadi Teman

Aku selalu tahu umurmu hanya sepersekian usiaku di masa kuliah ini. Walau sudah tahu sepenuhnya, aku tetap mengambil dan merawatmu sebaik-baiknya. Memberimu pupuk agar dirimu tak kelaparan, menyirami mu agar kau tak kehausan, menyiangi gulma agar kau hidup dengan aman, Membasmi hama agar kau tak berpenyakitan, hingga bermain denganmu sebelum aku menuju ke gedung perkuliahan. Aku pun sering tak ingin cepat-cepat pulang untuk menceritakan padamu segala beban dan isi pikiran.

Dan kini waktu yang selalu kutakutkan tiba. Aku takut meghianatimu, pasti sekarang kau mengecapku sebagai sosok pemberi harapan palsu, Tanpa permisi atau rawat inap berhari-hari, Dengan tega ku merenggut kehidupanmu seenak diri, bak malaikat pencabut nyawa yang datang menghampiri..

Maafkan Aku, Aku Memang Tahu Diri, Memberi Harapanmu Untuk Disayangi, Tapi Seenak Saja Kau Kusakiti

Karena kamu bukanlah manusia, ada mulut-mulut yang memandang kepergianmu sebelah mata. Kamulah yang akan kusapa pertama kali setiap pagi. Kamu kuajak bicara meski aku tak pernah yakin kamu memahaminya. Layaknya anggota keluarga, bagian yang terdekat dalam hidupku, aku memberimu pupuk, pembasmi hama dan menyirami mu agar hatimu senang. Adalah salah satu hiburanku melihat ekspresi daun mu yang hijau segar nan menggemaskan.

Tentu saja aku terhenyak ketika kamu yang tadinya selalu ada harus pergi dengan tiba-tiba. Karena pada pada awalnya kau memang tak ku beritahu, Kau hidup untuk dimatikan, Kau hidup untuk kepentingan praktikan dan Kau hidup untuk penelitian dan bahan percobaan

Bagaimana perasaanmuApakah kau merasa aku seperti pasangan matre yang tak datang lagi selepas kebutuhan terpenuhi?

Maafkan aku.. Kau ku perlakukan istimewa pada awalnya, Tapi selepas nilai praktikum keluar kau kuabaikan sejadi-jadinya, seakan nilai yang kudapatkan tak ada bala bantuan dari  mu

Apakah kau merasa aku pasangan matre yang tak datang lagi selepas kebutuhan terpenuhi? Atau manusia tak tau diri yang munafiq dan tak tahu diri?

Hidup memang sunyi tanpamu di pangkuanku, tapi aku harus tetap bergerak maju

Sungguh, Akupun aku pun tak tega untuk meninggalkanmu, Tapi karena tuntutan praktikum lain, Aku sekarang sok sibuk dan tak punya waktu untukmu. Namun, Aku akan selalu ingat bahwa kamu pernah hadir di hidupku, sebagai prasyarat nilai ujianku, sebagai penguat semangatku di saat sedih dan senangku.

Kamu yang dulu menghabiskan waktu dengan bermain-main denganku, maukah berjanji sesuatu? Baik-baiklah di sana — aku sayang padamu!

Sebelum aku mengakhiri surat  Maafku ini, izinkan aku berucap: aku menyayangimu. Maafkan segala kesalahanku. Kuharap kita bisa bersama lagi setelah nyawaku pun “kembali”. Sebelum waktu itu tiba, semoga kamu baik-baik saja ya disana.

Aku

 

Praktikan yang Menyia-akan Tanaman Seusai Percobaan 

 

  • view 218