Masih, tentang kepastian.

Ikhsan Hudzaifah
Karya Ikhsan Hudzaifah Kategori Renungan
dipublikasikan 24 Maret 2017
Masih, tentang kepastian.

بسم الله الرّ حمن الرّ حيم

Wahai alim ulama tercinta

Papahlah ayahanda

Izinkan kami menjadi murid utama

Melanjutkan perjuangan agama dan negara

Ayahanda, siapa yang tak geram dan marah ?

Menyaksikan arogansi nan ponggah

Dinistakannya kalam Allah

Dicacinya pula falsafah

Aduhai, mengapa tak beramah tamah ?!

Dengan ummat yang sedang marah nan gagah

Jangan ayahanda, jangan menyanggah

Engkau hanya pemegang amanah

Paman dan bibiku tersayang, bagaimana nasib bangsa ?

Dititah pemilik “harta”

Dipeliharanya sipenista

Dan pemecah belah bangsa

Kepada siapa engkau mengabdi [?]

Partai, tirani atau koloni ?

Apakah nama zaman ini ?

Kalau bukan zaman gergasi

Komandan, dimana Sapta Marga ?

Meresap atau hanya ingatan semata

Sebagai garda terdepan bangsa

Menjaga keutuhan negara

Jangan, Jangan pernah terbebani

Selama janji itu terpatri

Kami selalu terjaga dan membersamai

Demi harga diri dan kedaulatan NKRI

Tuanpimpinan, Tri Brata itu apa ?

Pemanis bibir atau hanya semboyan saja

Ditengah gegap gempita

Masihkah engkau terjaga [?]

Mengapa kau lemah tak berdaya

Dihadapan penguasa dan harta

Sementara kepada rakyat jelata

Kau begitu digdaya

Jangan, jangan sekali-kali merasa sendiri

Jangan, jangan takutkan keselamatan diri

Salagi engkau tegakkan jati diri

Kami selalu terjaga dan membersamai

 

Siapa yang tak berkeluh kesah ?

Melihat negeri hendak ter(di)pecah belah.

Bandung, 24 November 2016

  • view 416