Malam pertama

Ikha  AR
Karya Ikha  AR Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Juli 2016
Malam pertama

Kaki begitu ringan saat melangkah keluar dan selalu berusaha tuk tersenyum semanis mungkin serta berusaha sekuat tenaga tuk tak menjatuhkan dua bulir bening ini. Masih dengan keadaan yang berusaha tegar ku raih tangan kurus itu tuk bersujud mungkin yang terakhir kali. Dari sana kami memulai hidup dan kehidupan kami. Kami memasuki gerbang yang baru meski hanya berdua, meski dengan keadaan seadanya, meski dengan perasaan yang berusaha mengikhlaskan. Dan kami berusaha kuat dengan kekuatan seadaanya. Kami pun mengalami malam pertama yang begitu dingin, jangan pernah bayangkan malam pertama kami dengan malam pertama yang berhamburan akan aroma wewangian, beralasankan kasur dan bantal yang empuk, berhiaskan selimut dan sprei warna-warni dan lembut. Tapi malam pertama kami, adalah malam pertama yang tercipta penuh dengan kesederhanaan. Dengan penerangan yang seadanya, dengan berlapis kasur yang tinggi nya hanya beberapa centimeter, tapi kami begitu  bahagia meski dengan cara kami sendiri. Jangan pernah berpikir malam pertama kami adalah penyatuan adam dan hawa, namun malam pertama kami adalah penyatuan hati dua orang wanita yang memang telah memiliki ikatan bathin, malam pertama kami adalah seorang anak dan ibu yang memilih malam pertama nya sendiri dengan cara mereka sendiri dan malam pertama itu adalah malam di mana dua orang wanita itu berlalu tuk pergi mengikhlaskan sesuatu yang tak dapat mereka raih dan pertahankan lagi. Kami ciptakan sendiri malam pertama kami tuk bisa mengurai malam-malam selanjutnya. 

  • view 333