Juni kami...

Ikha  AR
Karya Ikha  AR Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Juni 2016
Juni kami...

Assalammualaikum juni..
 
Waktu terlalu cepat berlalu ya, hari telah berganti bulan, bulan pun telah menjadi tahun tapi hati ini tetap berdiam diri disini. Jika ditanya apakah engkau menunggu? jawabnya pun tak tahu. Siapa dan karena apa menunggu. Sebuah jalan hidup telah berlalu dalam tahun di juni mu, begitu banyak jutaan bening yang terbuang membasahi bumi dan gersang nya hati. Dan saat ini hanya ingin katakan.. kami melepaskan mu... tapi kami tidak ingin mengatakan selamat tinggal karna kita tidak tahu takdir sang khalik kelak akan mempertemukan kita lagi..meski kami tak berharap tapi kita tidak bisa mengelak kan takdir. Jadi biar kami katakan kami pergi dan melepaskan mu..kami pergi bukan karna kami menyerah tapi karna kami tak ingin berbagi pada yang tak harus dibagi, kami pergi bukan karna kami sedih justru karna kami tak ingin ada yang terluka.
Luka itu ingin kami obati dengan untai senyum kami, dengan jutaan kesibukan kami, dengan ratusan sujud kami padaNya, dengan membasahi bibir kami lewat dzikirnya. Karna luka itu tidak menyediakan obat diapotik ciptaan Nya. Luka itu terlalu pedih tuk dibaluti dengan lagu-lagu yang sebenarnya pada kenyataannya mendukung sekali, luka itu terlalu sakit tuk dibagi cerita dengan umat Nya yang ujungnya hanya ingin sekedar tahu tanpa pengganti solusinya. Jadi.. j
angan engkau ukir luka lain di hati yang tak berdosa itu,jangan engkau pahat nama lain di raga yang hanya akan engkau lukai nuraninya. Kau dan dia serta kami sama kita adalah manusia yang ingin dihargai,dicintai dan tak ingin berbagi hati. 
Kelak jika takdir berkata kita bertemu lagi, kami ingin bertemu dengan mu di juni yang lain sambil tersenyum dan dia telah dewasa, kami ingin katakan bahwa kami baik-baik saja tanpa mu. 
Dan satu yang ingin kami bingkai sebagai hadiah perpisahan kita yakni sebuah kalimat bahwa "hadiah terindah seorang anak adalah kesetiaan ayahnya pada ibu mereka". 

  • view 73