Oh GIGI

Ika Nurdiana
Karya Ika Nurdiana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 24 Februari 2016
Oh GIGI

24.02.2016

Ok Fix, aku gak bakalan sakit gigi, kenapa? karna gigiku bagus semua, gak berlubang, dan aku jg gak terlalu suka manis-manis (kecuali es krim sih)

Suatu hari pas lagi ngaca di kamar mandi, aku mendapati gigiku yang terlalu putih diantara gigi yang lain, "ini gigi kenapa ya?" karna gak lubang dan gak sakit yauda deh aku biarin aja. Selang berapa lama, pas makan krupuk eeehh ada sesuatu yang nyangkut di kerupuk, "omegat gigiii" aku lari ngaca, ternyata gigi yang terlampau putih 'rontok' sebagian, aku masih biasa aja. Beberapa hari kemudian 'rontok' lagi sehingga tinggal separo dan yang pasti berlubang besar. (Asusmsiku berlubang dari dalam & mulai rapuh)

Dan mulai sejak itu, hal yang aku pikir gak akan terjadi, terjadilah..

Sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittt banget, nyut nyut an sampai ke kepala. Karna posisinya di rahang atas, tepatnya rahang kanan atas, gigi ke dua dari belakang, walau pakai koyo pun rasanya gak reda-reda. Aku cuma bisa nangis kalo malam hari. Apa aja tuh yang ada di mbah gugel udah aku coba, mulai dari bawang, cengkeh, garem, pijatan, dan seterusnya dan seterusnya, gak ada yang mempan.

Pilihan terakhir, periksa. Waktu aku pertama periksa, aku mutusin ke puskesmas deket tempat kerjaku (lumayan kan gratis, cuma pake fotocopy KTP aja) dokter aja langsung bilang, wah lubangnya gede, memang harus dicabut & gak bisa ditambal. Tapi puskesmasnya gak bisa tindakan (cabut), katanya kalau tindakan harus sesuai daerah KTP.

Walhasil karena si gigi "jahat" itu masih ada, rasa sakitnya kadang-kadang datang dengan sendirinya (T.T)

Akhirnya senin, aku izin kerja untuk nyopotin si gigi ke puskesmas di daerahku, eeeh ternyata senin poli gigi tutup (sebenarnya puskesmas harusnya selalu siap sedia untuk kesehatan masyarakat kan ya?) yauda akhirnya selasanya aku ke puskesmas lagi, alhamdulillah buka dan yang antri banyak sekali, sebagian adl orang-orang kemarin yang balik kucing karena tutup. Tiba giliranku, diperiksa dulu, karna memang harus dicabut aku disuntik, pas disuntik ini ya Tuhan..rasanya suakit, pas mau dicabut ternyata masih sakit, akhirnya aku disuntik 2x, daaann.. pas mau dicabut lg ternyata masih sakit. Suntik penghilang rasa sakitnya gak mempan sama gigiku, akhirnya aku cuma dikasih obat.

Bukannya copot malah nyut-nyutan lagi gigiku, aku cuma bisa nangis. (T_T<)

Sorenya aku diantar Ibu ke dokter gigi, sama halnya kayak sebelum-sebelumnya aku diperiksa dulu, setelah itu aku disuruh 'nggeget' (menekan gigi atas dan gigi bawah) kalau rasanya masih kemeng dan beda dengan gigi lainnya, artinya belum bisa dicabut dan yang aku rasakan memang masih kemeng walau udah gak sakit. Bu dokter bilang 'kalau posisi gigi didepan, saya masih bisa cabut karna akar giginya cuma satu, tapi karna ini gigi belakang akarnya tiga (sambil ditunjukkan gambar) kalau dicabut pas masih sakit gini beresiko, suntikkan penghilang rasa sakit jg gak bekerja optimal' aku manggut-manggut tanda mengerti, akhirnya aku dikasih obat, yang 1 harus diminum 4x1, yang 2 lainnya 3x1. Harga obatnya Rp.70.000. Kami buat janji untuk copotnya yaitu pas obatnya habis, hari Jum'at sore.

Dan aku menunggu hari jum'at ini untuk dicopot karna aku gak mau sakit gigi lagi, kapok.

Well, kalau kamu udah punya tanda-tanda awal gigi kamu rusak, kamu harus segera deh periksain dan tanganin sebelum jadi sakit, karna BENERAN sakit gigi itu menyiksa banget. Selain sikat gigi secara teratur, jangan lupa juga periksa gigi secara rutin, karna belum tentu yang kamu anggap sehat ternyata benar-benar sehat.

  • view 189