Dalam Kubus Berwarna Hijau

Iid Aida
Karya Iid Aida Kategori Project
dipublikasikan 08 Februari 2017
RABU

RABU


"Ada yang datang dan pergi di persimpangan Rabu, lalu segalanya menjelma biru." - Rabu, iidaidaa

Kategori Puisi

82 Hak Cipta Terlindungi
Dalam Kubus Berwarna Hijau

Bola lampu dalam kubus berwarna hijau menebar cahaya tanpa ragu. Di pembaringan, kamu mengistirahatkan hati yang lelah. Aku beranjak, mengambil cangkir berisi kopi yang tidak kamu sentuh, sama sekali. Lalu berbisik, “Kamu bukan orang yang lemah!”

Di luar, purnama mengintip malu-malu di balik awan seperti penguntit. Desau angin mengetuk-ngetuk jendela. Sesekali cahaya kendaraan memecah sunyi. Di sini, ingatan-ingatan mengakar, menjalar, dan melilit kaki-kaki pemahaman.

Entah malam keberapa–aku, kamu, masih mendebat soal keadaan yang entah bagaimana.

“Bisakah aku?”

Akan tiba satu waktu di mana kamu akan menjawab, ternyata aku bisa; sebelum air mata mengering. Sebelum keringat jatuh ke tanah dingin. Kamu telah melalui hidup dengan berbagai macam ujian dan penyelesaian. Lihat, kakimu menjadi saksi perjuangan. Dan tanganmu mampu menangani.

“Bagaimana aku menghadapi ini?”

Dengan berdiam diri? Dengan keputusasaan? Itu bukan kamu.

Kamu hanya sedang menghindar dengan mencoba menjadi kuat, dan aku tahu sakit hati itu belum kamu bebaskan.

“Jangan menghindar. Jangan hanya mencoba. Tapi jadilah seperti dulu, seseorang yang benar-benar kuat, berani menatap masa depan. Dan sakit di hatimu, segera bebaskan. Dengan begitu kamu akan lebih tenang.”

Cahaya dalam ruang kubus menggelap. Tetapi aku masih bisa melihat matamu berkedip, menerawang ke ruang yang jauh. Mempercayai bahwa satu hari kamu akan memulai segalanya kembali. Bukan dengan tatap luka, cuma keyakinan dan pemahaman yang tumbuh di antara kerapuhan yang kasat mata.

  • view 81