ASAL USUL PESANTREN

Iftah Dhotul
Karya Iftah Dhotul Kategori Sejarah
dipublikasikan 27 April 2016
ASAL USUL PESANTREN

Adanya sebuah pesantren berawal dari berkumpulnya anak- anak yang belajar mengaji al-qur’an pada orang yang sudah ahli. Pada zaman dahulu belum begitu banyak masjid ataupun mushola, sehingga mereka belajar di rumah para guru- guru mereka. Kegiatan mengaji itu dilakukan setiap sore hari dan dilakukan secara istiqomah. Asal usul sebuah pesantren sama halnya asal usul sebuah sekolah dan lembaga- lembaga pendidikan lainnya. Dari seorang anak yang tidak bisa melafadzkan ayat-ayat Allah, sampai mereka fasih dan ahli dalam melafadzkannya. Sehingga kalau di zaman modern ini banyak orang yang berstatus islam, tapi masih kerepotan dalam melafadzkan ayat-ayat Allah karena mereka hanya menempuh pendidikan umum, dan tak mengenal pesantren ataupun mengaji pada guru yang ahli ilmu agama.

Dari rumah- rumah guru ngaji berkembang menjadi di mushola-mushola atau langgar atau masjid. Mushola atau masjid tersebut ramai dengan anak-anak mengaji setiap sore dan dari mengaji al-qur’an saja berkembang menjadi mengaji kitab-kitab kecil yang mengajarkan tentang pendidikan akhlak dan membentuk karakter seorang anak dalam meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW. Selain anak diajari mengaji al-qur’an yang baik dan benar, anak juga diberi pendidikan akhlak sehingga mereka tahu bahwa akhlak yang benar pada orang tua, guru, teman, adik, kakak, tetangga, orang yang lebih tua, dan seluruh umat. Namun di zaman sekarang orang tidak memperdulikan pendidikan akhlak tersebut, bahkan orang tua lebih bangga ketika anaknya dapat hafal lagu-lagu pop, dangdut, rock dari pada anaknya hafal sholawatan dan do’a- d’a sehari-hari. Orang tua lebih bangga ketika anaknya berbahasa Indonesia dari pada anaknya berbahasa karma. Orang tua lebih bangga anaknya bisa joget daripada anaknya bisa praktek sholat dan do’a. orang tua lebih bangga ketika anaknya bisa membaca bahasa inggris dari pada anaknya pintar membaca bahasa arab dan al-qur’an.

Di Abad ke-20 an semakin banyak berkembang masjid ataupun mushola serta berdirinya sebuah pesantren yang sama dengan lembaga-lembaga pendidikan umum. Namun di pesantren anak bisa mempelajari ilmu-ilmu agama, dan terdidik menjadi anak yang sholih dan sholihah, dilatih mandiri, dan menjadi pribadi yang beriman dan bertaqwa. Cinta pada Allah dan RasulNYa, berjuang di jalan yang benar, menegakkan tiang agama dan menjadi pionir anak-anak bangsa. Dan semua itu berkembang terus sampai sekarang sehingga kata pesantren sudah tidak asing lagi, dan banyak orang yang lebih percaya untuk menitipkan amanahnya di sebuah pesantren, hal ini sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin modern.

  • view 153