NILAI UJIAN TIDAK DIBAWA MATI SOBAT.....!!!

Iftah Dhotul
Karya Iftah Dhotul Kategori Motivasi
dipublikasikan 11 April 2016
NILAI UJIAN TIDAK DIBAWA MATI SOBAT.....!!!

NILAI UJIAN TIDAK DIBAWA MATI SOBAT….!!!

 

Semenjak aku SD, aku sudah terdidik bahwa nilai ujian sekolah itu harus terbaik. Kalaupun nilaiku jelek, orang tuaku pasti marah-marah bahkan aku dikurung di kamar gak boleh keluar. Hal itu membudidaya sampai aku kelas 2 Aliyah (SMA). Aku merasa ketakutan dan malu kalau dapat nilai jelek. Aku mati-matian melakukan segala hal dari tidak tidur semalaman belajar terus, lihat buku, buat kerpekan (catatan kecil), dll agar nilaiku baik. Namun aku merasa bahwa hal itu sangat membebaniku. Dan membuatku hidupku tidak bebas seperti teman-temanku yang selalu bermain kesana kemari, selalu tersenyum meskipun nilainya jelek, dan hidupnya tenang. Aku sangat ngiri dengan mereka yang tidak terbebani oleh nilai dan prestasi mereka. Aku sadar sebenarnya kemampuanku sedang-sedang aja, tapi aku sangat takut jika aku jatuh dan gagal. Karena sejak kecil aku selalu mendapatkan posisi pertama. Semua ini aku rasakan dan tidak aku sesali, karena kalau tidak dipaksa seperti itu pasti aku tidak akan bisa seperti sekarang dan aku tidak akan merasakan menjadi orang yang selalu istiqomah juara pertama. Namun hal itu meskipun membuatku bahagia, tapi aku juga sangat sedih.

 

Pada saat aku kelas 3 Aliyah (SMA) aku terjatuh, aku mengalami kegagalan dan mendapat nilai jelek. Awalnya aku merasa takut dan marah, tapi pada saat itu aku dikasih tahu oleh temanku yang latar belakangnya selalu mendapat nilai jelek dan presatasinya terakhir. Tapi dia begitu hebat dan hanya satu kalimat yang diucapkan ke aku “ Nilai itu tidak di bawa mati, jangan terlalu dipikirkan”. Aku langsung kaget dan merasa terhina dengan perkataan temanku tadi. Setelah itu aku memikirkan perkataannya, dan memang benar apa yang dikatakan oleh temanku. Nilai ujian tidak akan dibawa mati, tidak akan ditanyakan di kubur dan di akhirat, tapi kenapa banyak orang menganggap nilai itu segalanya dan semua harus dilakukan untuk mendapatkan nilai sempurna. Bahkan banyak orang tua yang harus mengeluarkan uang berjuta-juta untuk mengubah nilai anaknya menjadi bagus. Tak lain lagi, sampai anaknya harus mengakhiri hidupnya karena ketakutan ketika mendapat nilai jelek. Hal ini sudah tidak asing lagi ditelinga kita bahkan sudah marak di era globalisasi ini.

 

Hal yang harus dipikirkan adalah apakah dengan nilai itu orang menjadi sukses DUNIA AKHIRAT? Kalau dengan nilai itu orang menjadi sukses DUNIA saja , saya percaya bahkan banyak yang sudah terjadi. Namun, hal itu tidak akan lama. Dunia ini fana, tidak kekal abadi. Kehidupan di dunia tidak ada pa-apanya dengan kehidupan di akhirat. Memang selama ini banyak orang lebih memikirkan bagaimana aku bisa sukses di dunia? Bagaimana aku bisa disegani banyak orang di dunia karena aku sukses? Bagaimana aku bisa melakukan apa saja karena aku sukses dan punya banyak uang? Bagaimana aku bisa menjelajahi dunia dengan kesuksesanku di dunia?

Semua pertanyaan itu selalu menghantui hidup seseorang yang beranggapan bahwa dunia itu segalanya dan semua bisa dilakukan jika kita sukses di dunia.

 

Sukses di dunia memang dibutuhkan ketika hidup di dunia. Namun sukses di akhirat itu juga penting. Karena kehidupan yang kekal itu ketika kita di akhirat nanti. Orang dikatakan sukses di dunia bukanlah orang yang bisa melakukan apa saja dengan kesuksesannya dan uang yang dia miliki, tapi sukses didunia adalah ketika kita selama hidup di dunia bisa bermanfaat untuk orang lain. Manfaat dalam hal apapun, terutama manfaat dalam hal agama. Menjadi orang yang bermanfaat tidak sulit kok, cukup mengamalkan ilmu kita, menyampaikan ilmu yang kita peroleh selama ini kepada orang lain. Meskipun kita beranggapan ilmu kita sedikit tapi ilmu itu juga dibutuhkan orang lain. Jadi setiap kita mendapatkan ilmu meskipun satu ayat, amalkanlah ke orang lain. Dengan hal itu, hidupmu bermanfaat untuk orang lain, dan doa dari orang lain selalu mengalir untuk kita. Jadi janganlah menganggap nilai bagus dan sukses dunia itu pilihan hidupmu yang harus kita raih agar kita bisa melakukan segalanya dan bisa punya uang banyak. Tapi anggaplah sukses dunia itu penting, tapi sukses akhirat juga penting. Lebih baik sukses dunia akhirat dengan tidak begitu memikirkan saat nilai ujian kita jelek. Karena baik buruknya nilai yang kita peroleh, jangan lupa ada ALLAH disitu. ALLAH yang telah merencanakan semuanya dan mengatur semuanya. ALLAH lebih tahu mana yang terbaik buat kita. Ingatlah ketika kita tidak pernah mendapatkan nilai jelek, dan saat itu kita mendapat nilai jelek, maka ALLAH tidak ingin kamu sombong, bersyukurlah. Begitupun sebaliknya, ketika kita tidak pernah mendapat nilai baik sekalipun, berarti ALLAH itu sayang karena bagi ALLAH itu sudah terbaik buat kita, karena kalau kita mendapat nilai baik, pasti timbul fitnah dilingkungan kita, maka bersyukurlah.

Terima kasih saudaraku dan sahabat semua, semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua menuju kehidupan yang lebih baik. Amin…..

 

SEMANGAT MERAIH KESUKSESAN DUNIA AKHIRAT, SAAT NILAI UJIANMU BAIK JANGAN LUPAKAN NILAI SHOLAT DAN IBADAHMU JUGA HARUS BAIK.


  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    "Jadi setiap kita mendapatkan ilmu meskipun satu ayat, amalkanlah ke orang lain" > alangkah bijaknya diamalkan dahulu..liat hasil yg kita rasakan baru amalkan ke orang lain..itu juga harus dg lemah lembuh dan tidak seperti menggurui atau menghakimi.. :-)

    • Lihat 1 Respon

  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    Sekadar saran: kurangilah menulisakan sesuatu dengan HURUF KAPITAL. Tidak ada aturan pembakuan huruf kapital, kecuali untuk singkatan. Untuk memberi penekanan terhadap satu kata atau frasa, cukup menggunakan tanda petik atau penulisan miring.

    • Lihat 5 Respon